Ghiboo.com - Sebuah festival tengah tahun secara berkala diadakan di Inggris berkaitan dengan tanaman ini. Seakan memujanya, memang tanaman musim panas ini tidak mampu dilepaskan dari lidah masyarakat Eropa yang telah akrab dengannya.
Hingga tak heran, British Asparagus Festival terus berlangsung setiap tahunnya dan memunculkan asparagus dengan kualitas terbaik di dunia. Sayangnya, untuk tahun ini, keriaan tersebut urung dilaksanakan tepat waktu disebabkan oleh hujan dan banjir besar yang sempat melanda Inggris yang mengakibatkan berkurangnya pasokan asparagus dan justru langka di pasaran.
Membicarakan Asparagus, benak tak pelak lekat dengan bentuk sayuran hijau nan panjang. Padahal, variannya tak sebatas apa yang kerap ditemui. Asparagus yang hijau memang lebih populer di Indonesia, yang sebenarnya asalnya dari benua Eropa, juga bersifat familiar dengan Asparagus putih.
Asparagus putih berasal dari proses etiolasi, yang disebabkan kekurangan cahaya. Asparagus jenis ini biasa tumbuh di gua maupun di dalam tanah yang tidak dapat menghasilkan klorofil tanpa cahaya, sehingga tidak ada warna hijau yang tersebar ke tangkai.
Lalu apa bedanya dengan asparagus hijau? Oriana Tirabassi, Chef dari Hotel Shangri-La Jakarta, menjelaskan bahwa Asparagus putih memiliki cita rasa yang tidak begitu pahit. Tidak sebau dan sepahit si hijau dan memiliki tekstur yang lebih lembut. Diamater ketebalannya pun lebih besar.
Ketebalannya ini yang menjadikan pengolahannya harus lebih cermat. Hal ini pun ditambahkan oleh Thierry Le Queau, Executife Chef Mandarin Oriental Jakarta.
"Memang perhatiannya harus lebih ekstra dengan mengusahakan agar kematangannya tidak overcooked supaya tidak mengubah warna dan tekstur, tetap keras, namun tetap lembut dalam waktu yang bersamaan," ujarnya.
Dalam mengolahnya, chef asal Prancis ini membocorkan sedikit tip. "Kulit asparagus putih lebih tebal daripada yang hijau dan kulit harus terkupas sempurna sebelum dimasak. Lalu ikat sekitar lima batang dan rebus di air yang telah digarami terlebih dahulu, kemudian saring." jelasnya.
Sumber potasium dan serat yang baik ini dapat ditemui di berbagai sudut pasar negara-negara Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Jerman. Namun jangan harap bisa menemuinya di negeri kita.
Memperolehnya cukup sulit, karena jika cuaca di daerah asal penanamannya tidak mendukung, maka pertumbuhan tanaman ini tidak akan sempurna hingga tidak mampu diekspor hingga ke Indonesia. Ini yang menjadikannya salah satu sayuran yang terbilang cukup mahal dan berkelas untuk disajikan di kuliner lokal.
Tampilannya pun dapat ditemui di berbagai appetizer dan main course. Thierry menambahkan "Cita rasa terbaiknya dapat dinikmati jika dibuat menjadi sup asparagus putih. Beberapa main course dapat pula menjadi favorit jika dimasak dengan light,"
Selain itu, juga bisa memakai vinaigrette ataupun minyak zaitun. Asparagus putih memiliki rasa yang lezat dan orang tak perlu menghancurkan rasanya dengan menambahkan beraneka macam bumbu yang tajam.
Eropa saat ini memang sedang merayakan musim panas, hingga hidangan dari tanaman musiman ini pun kerap diklaim sebagai menu of the month. Namun, tak lengkap rasanya jika tidak menemukan teman dalam menyantap hidangan yang biasa disajikan dengan Hollandaise sauce ini.
Disarankan, white wine dengan keasamann yang tepat seperti yang berasal dari barat daya Prancis maupun Pinot Blanc dari Italia mampu memberi kejutan rasa yang ciamik saat menggigit batangnya.
(Majalah Esquire edisi Juli 2012)



