Tulisan ini terinspirasi oleh obrolan seorang teman dengan maestro kain Indonesia Josephine "Obin" Komara.
Teman saya ini, seorang brand manager sebuah produk FMCG, ingin menempelkan batik pada promosi produknya yang sangat Indonesia. Maka bertemulah dia dengan Ibu Obin untuk menyampaikan maksudnya itu. Di luar dugaan, pertanyaan pertama Ibu Obin kepada teman saya adalah, "Jadi, kamu mau saya membuat batik atau motif batik?"
#kemudianHening
Mari saya coba tanyakan pertanyaan ini kepada Anda.. Apa perbedaan antara batik dan motif batik? Bisakah Anda menjawabnya?
#kemudianHening
Batik dan motif batik tentu saja sangat berbeda. Tetapi apa bedanya? Kenapa hal seperti ini harus dipermasalahkan?
Jelas saja penting, karena ini menyangkut proses kerja, hasil pemikiran, ungkapan perasaan hati dan teknik halus tingkat tinggi, serta sebuah pekerjaan tangan yang sangat rumit.
Batik adalah teknik
Motif batik adalah gambar-gambar yang bisa kita temukan pada kain-kain batik. Kalau kita membuat gambar Barack Obama dengan menggunakan malam yang dituliskan dengan canting kemudian dicelup kedalam cairan pewarna, bisakah dia disebut batik? Bisa!
Tetapi motif parang yang disablon di atas bahan kaos, bisakah dia disebut batik? Tidak bisa!
Jangan sampai dilupakan, batik adalah sebuah teknik merintang atau menahan warna di atas kain dengan menggunakan malam atau lilin yang dialirkan dengan menggunakan canting. Lewat canting inilah kemudian tercipta motif-motif indah sarat makna dengan jumlah yang amat banyak.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa sedikit memberikan gambaran mengenai warisan budaya yang diberikan nenek moyang kepada kita.
Terkesan memang remeh dan tidak penting, akan tetapi pengetahuan remeh ini bisa membuat kecintaan kita terhadap batik menjadi cinta yang beresensi, bukan sekedar cinta kosong yang penuh sensasi.
Artikel Pilihan Redaksi
Tanya Dokter
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 42
POLL
Seberapa sering Anda memasak sendiri di rumah (mi instan tidak termasuk, ya)?
Memuat...
GALERI FOTO
1 - 6 dari 25


