Ini Tips Hindari Isi Parcel Kadaluwarsa

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Maraknya parcel saat Ramadan dan Hari Raya, banyak dimanfaatkan pengusaha parcel. Mereka menawarkan kreasi dan inovasi isi parcel.

Tetapi hal yang patut diwaspadai adalah beberapa oknum yang menyalahgunakan bulan istimewa ini dengan menjual parcel yang berisi makanan kadaluwarsa.

Sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Parcel Indonesia, Fahira Idris memiliki tips menghindari isi parcel kadaluwarsa.

"Untuk membeli parcel makanan yang aman, kita sebaiknya membeli ke tempat yang resmi seperti perusahaan parcel atau department store yang besar atau terpercaya, bukan penjual yang musiman," jelas Fahira, Kamis (26/7/2012), di Jakarta.

Di samping itu, kita jangan tergiur parcel dengan harga murah. Pasalnya bukan tidak mungkin isi makanan di dalam parcel tidak jelas tanggal kadaluwarsanya.

Kita juga dapat membeli parcel di toko parcel yang bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Parcel Indonesia.

"Kami rencananya akan memberikan stiker kepada anggota asosiasi, jadi pembeli aman ketika membeli parcel. Karena banyak perusahaan parcel yang nakal, biasanya yang musiman, dan dijual di pinggir jalan dan besoknya sudah nggak ada. Nggak jelas company-nya," lanjut Fahira.

Tak dipungkiri, perusahaan parcel yang nakal tersebut membeli makanan yang murah dan beberapa hari lagi sudah kadaluwarsa. Dirinya selalu mengajarkan ke anggota asosiasi bahwa makanan yang dimasukkan ke dalam parcel minimal memiliki kaduwarsa tiga bulan setelah hari raya.

"Kadang-kadang orang yang dapat parcel nggak langsung dimakan. Mereka ada yang pergi ke rumah saudara, isi parcel baru dibuka setelahnya. Mereka tidak boleh menggunakan makanan yang kadaluwarsa," Fahira mengingatkan.


BACA JUGA:

Makanan berjamur yang masih bisa dimakan
Tips menghindari makanan dan minuman kedaluwarsa
Cara yang benar menyimpan makanan di kulkas
Mengenali kosmetik yang sudah kedaluwarsa
9 makanan terburuk untuk dikonsumsi

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat