Making Friends with Problems

Ghiboo.com - Segala bentuk masalah bisa terjadi di lingkungan pekerjaan. Namun tak semua masalah bisa diselesaikan dengan cepat. Kadang, Anda dituntut harus berpikir ekstra kreatif. Think out of the box!


Stres adalah masalah kedua yang paling sering ditemui di tempat kerja selain sakit punggung. Tumpukan problema yang menghadang kadang membuat seseorang kewalahan dalam menanganinya. Akibatnya stres pun tiba dan berujung pada kualitas dan produktivitas kerja yang merosot tajam.


Bahkan juga bisa berimbas pada kesehatan individu tersebut. Hal ini terbukti dari sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa seperempat dari pekerja terpaksa absen selama dua minggu karena masalah kesehatan sebab stres.


Di zaman yang serba cepat ini, seorang pekerja dituntut untuk selalu mampu menghadapi tantangan apapun yang menghadang dengan cara yang cerdas. Dengan kata lain, ia perlu berpikir out of the box untuk menuntaskan masalah.


Reactive dan receptive


Al Falaq Arsendatama, seorang personal and executive coach, mengatakan ada dua tipe orang jika dipilah dari cara mereka menghadapi masalah, yakni reaktif dan reseptif. Orang yang reaktif adalah mereka yang menganggap masalah sebagai sebuah ancaman.


Ia cenderung takut menghadapi masalah sebab masalah dianggap dapat menghambat perkembangan diri dan kariernya. Sedangkan mereka yang reseptif adalah kelompok orang yang cenderung menerima masalah sebagai tool untuk berkembang.


Ia memandang masalah sebagai konsekuensi dari apa yang ia lakukan, dan karena itu ia menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan apa yang terjadi padanya.


Terlepas dari apakah Anda seorang yang reaktif atau reseptif, kali ini Anda akan diajak untuk menghadapi masalah dari sisi dan sudut pandang yang berbeda. Cobalah untuk menikmati "cantiknya" masalah dan buat masalah tersebut sebagai sesuatu yang bisa menguntungkan karier Anda.


Mari mencoba berpikir out of the box dengan empat prinsip berikut ini.



Fix Everything Inside The Box


Kerap dikatakan untuk bisa berpikir out of the box, Anda hanya perlu mendobrak segala aturan-aturan yang bersifat membatasi. Well, ada benarnya, namun belum saatnya. Sebelum berpikir di luar kotak, terlebih dahulu Anda perlu memperbaiki segala hal yang ada di dalamnya.


Ibaratnya, bila Anda ingin memiliki rumah idaman yang nyaman, Anda tentu tidak bisa langsung memperbaiki halaman rumah, tapi Anda mesti memulai dari suasana dalam rumah itu sendiri. It doesn "it have to be perfect" yang perlu Anda lakukan hanyalah memastikan bahwa Anda melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati. So the next question now is, "Apakah Anda bekerja sesuai passion?"


Destroy the Box


Setelah bekerja dan hidup sesuai passion, kini saatnya bagi Anda untuk mendobrak dinding yang menghalangi. Yap, it's that "box" guys. Untuk itu, Anda perlu memahami apa kotak itu terlebih dahulu? Jawabannya simpel: Keyakinan. Jika keyakinan membatasi Anda bukannya memberdayakan, maka Anda perlu menghancurkannya dan menggantinya dengan keyakinan baru.


Kalau Anda mengatakan, "Saya tidak kreatif", "Saya kurang pengalaman", "Saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini" dan lain sebagainya, maka itulah kotaknya. Destroy it! Tentu Anda tak ingin selamanya hidup dan bekerja di dalam kungkungan maya yang membatasi Anda untuk tumbuh lebih besar dan lebih baik lagi, kan?


Proses menghancurkan kotak itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan self-suggestion, yaitu memberi sugesti pada diri sendiri dengan menyimpan hal-hal positif ke dalam pikiran Anda secara terus menerus. Daripada mengatakan, "Saya tidak sanggup melakukannya,"coba katakan Saya bisa!", "Ini belum seberapa" atau "Ini kesempatan untuk maju" Voila! You're one step closer to a new and better you.


Dare to be Different

!
Visi utama dalam berpikir out of the box adalah berpikir dengan cara yang berbeda dari orang lain. Untuk itu Anda perlu keberanian untuk menjadi berbeda. Jangan berhenti dengan menjadi orang kebanyakan.


Be unique, be different! Eits. bukan berbeda yang sembarangan lho, tapi berbeda karena Anda menjadi diri sendiri. Tidak menyeragamkan diri dengan orang lain. Di negara kita yang menganut paham timur, menjadi berbeda butuh keberanian ekstra, karena di mana-mana semua orang hanya ingin menyesuaikan diri dengan sekitarnya.


Anda bisa saja dipandang sebelah mata, dicaci, dicemooh, digosipkan, atau bahkan dikucilkan karena ingin menjadi pribadi yang berbeda. Di situlah tantangan terbesarnya. It's good to blend with the others, but it's even better to stand out. C'mon guys!



Do More, Learn More, Get More!


Ciptakan pengalaman sebanyak mungkin. Aldous Houxley mengatakan, "Pengalaman bukanlah peristiwa yang terjadi pada diri kita, melainkan apa yang kita lakukan pada peristiwa yang terjadi itu," Confuse? Well... Orang yang berpikir out of the box memiliki segudang alternatif untuk menghadapi sesuatu dengan cara yang berbeda, karena mereka selalu melakukan lebih banyak hal, mempelajari lebih banyak, dan akhirnya memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih besar, sehingga pandangannya tentu tidak sempit.


Jadilah orang yang berwawasan luas dan berpandangan terbuka. Yes, you need to go out! Read a lot, temui banyak orang, lakukan banyak hal, dan perkaya diri dengan semua ilmu yang bisa Anda dapatkan secara gratis.


(Majalah Cosmopolitan Men edisi Januari 2012)

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Rias Wajah