Pakar Terapi Menemukan Fakta Baru Tentang Perselingkuhan

By YourTango.com | Love + Sex

Sebuah survei yang dilakukan terhadap agen konseling profesional dari YourTango.com — yang terdepan di dunia digital dalam masalah cinta dan romansa — menemukan fakta baru dalam masalah perselingkuhan.

Ternyata, perselingkuhan muncul bukan sekadar karena seks. Alasan utamanya adalah ketidakpuasan emosional, menurut para pakar. Ketidakpuasan seksual sendiri berada di tempat kedua. Hanya 8 persen responden menyebutkan bahwa pria "sudah ditakdirkan" untuk "menyebarkan benih mereka."

Mengenai statistik ini, pakar dari YourTango, Lynn R. Zakeri berpendapat: "Mungkin terdengar mengejutkan, tapi banyak pria yang mencari seseorang yang untuk berhubungan dengan mereka, baik menjadi sahabat dan partner intim, dan ketika mereka kehilangan kedekatan itu di pernikahan, mereka mencarinya ke tempat lain."

Sementara itu, pakar YourTango, Dr. Susan Heitler menambahkan, "Meski ada banyak faktor yang bisa menimbulkan perselingkuhan seksual di pernikahan, kerenggangan emosional adalah salah satu hal yang bisa dicegah para pasangan. Jika ada tekanan, perselisihan atau terlalu lebarnya jarak, coba ambil kelas pendidikan pernikahan untuk belajar bagaimana caranya berhubungan dengan nyaman."

Para anggota YourTango Experts, sebuah organisasi yang terdiri dari 1.200 psikoterapis, konselor, pelatih dan profesional bantuan lainnya, menyelesaikan sebuah survei yang menunjukkan pandangan lain mengenai perselingkuhan, termasuk penyebab, tindakan pencegahan dan saran untuk para pelaku perselingkuhan.

Bisa dibaca: Survey Results: 6 Surprising Myths About Infidelity



Meski 50 persen responden setuju bahwa teknologi menjadi penyebab perselingkuhan, hanya 7 persen yang setuju bahwa Facebook membuat jumlah perselingkuhan meningkat signifikan. Sebanyak 90 persen mengatakan, situs cari jodoh seperi Match.com hanya memberikan kesempatan. Karena jika seseorang ingin berselingkuh, mereka tidak akan pedulu tersedia atau tidaknya layanan untuk hal tersebut.

Dua langkah terbaik untuk mencegah perselingkuhan adalah: (1) dua orang dalam hubungan romantis harus merasa dihargai dan penting untuk satu sama lain dan (2) memiliki komunikasi yang baik. Kepuasan seksual berada di tempat ketiga.

"Data ini sesuai dengan penelitian kami sebelumnya yang menekankan masalah sesungguhnya yang dialami kebanyakan pasangan adalah bukan tentang seks dan lebih ke permasalahan merasa dihargai dan berkomunikasi dengan sukses," ujar Andrea Miller, CEO dan pendiri YourTango.

"Dan meski 50 persen perselingkuhan dilakukan secara seksual, perselingkuhan emosional berada di angka 40 persen. Kurangnya kedekatanlah yang biasanya mendorong perselingkuhan dan perselisihan."

Untungnya, ada harapan untuk para tukang selingkuh. Sebanyak 81 persen responden tidak setuju dengan pepatah "sekali tukang selingkuh, akan selalu berselingkuh." Pakar YourTango, Dr. Shoshanna Bennett menjelaskan, "Kadang faktor tertentu yang bercampur dalam kehidupan seseorang mendorong terjadi perselingkuhan. Jika situasi tersebut bisa diatasi atau berhasil diselesaikan, godaan berselingkuh biasanya hilang, tidak akan pernah kembali."


Fakta lainnya yang ditemukan:
- 59 persen pakar setuju pornografi berpengaruh terhadap perselingkuhan.
- 47 persen pakar mengatakan, selebritas tidak berselingkuh lebih sering dari kita. Namun, 76 persen pakar mengklaim bahwa skandal perselingkuhan selebritas berpengaruh terhadap pandangan kita akan perselingkuhan.
- 57 persen responden mengatakan jika seseorang berselingkuh dalam suatu hubungan, memberitahu pasangan tentang itu tidaklah selalu menjadi jalan terbaik.

Rincian lengkap mengenai survei bisa dilihat di "The Truth About Infidelity" di YourTango.com
BACA JUGA:

Cara mencari tahu saat pasangan sedang berbohong
Hati-hati percintaan bubar karena teknologi
Tips mengatasi rasa bosan dalam percintaan
Waspadai delapan tanda pria playboy
Facebook jadi ajang mencari selingkuhan

Yang lain dari YourTango.com:

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Rias Wajah