Ghiboo.com - Bagi Anda pecinta cokelat, mungkin tahu perbedaan cokelat compound dan couverture. Tapi bagi sesorang yang hanya gemar makan cokelat apakah tahu perbedaan itu?
Ahli Cokelat dari Belgia, Andy Van Den Broeck mencoba menjelaskan perbedaan itu. Menurut dia, cokelat di Indonesia cenderung menggunakan compound ketimbang couverture.
"Indonesia memilih compound karena cara membuatnya lebih mudah, murah, tapi jujur sebenarnya rasanya tidak terlalu enak dibandingkan dengan cokelat couverture," ungkap Andy Van Den Broeck dalam acara Coaching Clinic Chocolate di Jakarta, Selasa (17/7).
Andy menjelaskan, kalau cokelat compound menggunakan lemak sayur sedangkan cokelat courverture menggunakan lemak koko (cocoa butter). Untuk kestabilannya, compound mudah stabil dalam suhu yang dingin, sedangkan kalau courverture memerlukan proses tempering untuk mencapai suhu yang stabil.
Proses tempering sendiri dilakukan setelah cokelat dilelehkan, didinginkan dengan cepat lalu dilelehkan lagi baru bisa digunakan. Proses mendinginkan ini bisa dengan menggunakan meja yang dingin berbahan granit atau stainles steel.
"Memang sedikit butuh waktu, tapi hasilnya akan lebih enak dibanding cokelat compound. Karena cokelat compound ketika dimakan rasanya terlalu keras dan ada rasa haus. Kalau courverture mudah dicari dan lembut di mulut dan Anda tidak akan kehausan," jelas Andy.
So, kira-kira Anda penggemar cokelat sudah bisa membedakan cokelat yang enak, sehat dan yang biasa saja?



