Ghiboo.com - Minyak esensial yang terdapat pada Omega 3 dan Omega 6 sangat penting untuk pertumbuhan anak, khususnya usia 4-12 tahun. Sayangnya, di Indonesia konsumsi lemak esensial ini masih sangat kurang.
Menurut Dr.dr. Ratna Djuwita, MPF, pengajar dan ketua Departemen Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan, penggunaan minyak esensial Omega 6 baru 0,5 persen dan Omega 3 sekitar 0,02 persen.
"Jauh di bawah India yang sama-sama negara berkembang sebesar 8,2 persen. Tentu ini sangat memprihatinkan," ungkap Dr.dr. Ratna Djuwita, dalam acara Jakarta Food Editor's Club di Jakarta, Kamis (5/7) kemarin.
Ratna menyebut banyak faktor yang menyebabkan rendahnya konsumsi minyak esensial ini. Bisa karena faktor ekonomi dan juga karena faktor malas.
Seperti diketahui, minyak esensial yang terdapat pada Omega 3 adalah ikan (salmon, tuna) yang harganya tentu sangat mahal. Lalu ada kacang-kacangan dan margarin. Sedangkan Omega 6 ada pada ayam, telur, juga daging.
"Sebenarnya jika tidak mampu beli salmon, bisa diganti dengan ikan kembung karena juga mengandung Omega 3 yang masih cukup besar," ujar Ratna. "Makan tahu dan tempe itu juga bisa memenuhi kandungan minyak esensial."
Karena jika pemenuhan minyak esensial kurang, sambung Ratna, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan syaraf anak dan pertumbuhan tulang-tulangnya. Karena tidak terpenuhi, maka disaat usia 4-12 tahun, berat badan dan tinggi badan si anak bisa kurang dari seharusnya.
Untuk itu pula, sebagai salah satu perusahaan makanan yang peduli dengan nutrisi anak-anak, PT Unilever telah kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk memberikan nutrisi tambahan untuk anak-anak di Nusa Tenggara Timur.
"Ini memang bagian dari komitmen Unilever terhadap kebutuhan nutrisi anak-anak. Sehingga setiap produksi makanan selalu ada kombinasi vitamin, dan tentunya kadar gula yang kita kurangi," tukas Andriyani Wagianto, Nurtritionist Unilever Indonesia.



