Risiko Memelihara Hewan Buas

Akhir Januari lalu, ada berita mengenai ancaman terhadap populasi mamalia di Florida Everglades, AS, akibat keberadaan ular Burma. Ini membuat para ahli hewan khawatir mengenai hobi beberapa orang untuk memelihara hewan buas.

“Sejumlah ular di Everglades itu mungkin ular peliharaan yang dilepas atau melarikan diri,” kata Debbie Leahy, ahli hewan liar kepada Yahoo! Shine. “Kami menyarankan orang tetap memelihara anjing atau kucing.”

Biaya perawatan tinggi
"Kebanyakan orang tidak tahu atau tidak ahli merawat hewan buas,” kata Leahy. Ketika bayi, hewan buas memang lucu, tetapi seiring pertumbuhannya yang pesat, kebutuhan gizi serta lingkungan ikut meningkat.

Leahy sering kali melihat monyet dewasa yang dikandangkan di ruang bawah tanah saking agresifnya. Memelihara burung juga tidak disarankan, kecuali sang pemilik bisa membuatkan tempat yang cukup besar supaya burung itu bisa terbang.

Banyak orang tidak tahu cara merawat peliharaan mereka. Akibatnya, hewan itu jadi tidak terkendali dan akhirnya dikandangkan — atau dilepas ke alam liar — oleh pemiliknya.

Menyebarkan penyakit
Data dari Centers for Disease Control menyebutkan, lebih dari 70 ribu orang terjangkit Salmonella tiap tahun, akibat kontak dengan hewan peliharaan seperti reptil dan amfibi.

Anak-anak berusia di bawah lima tahun disarankan dijauhkan dari hewan buas, mengingat begitu banyak penyakit lain yang bisa menular. Antara lain herpes B, rabies, cacar monyet, dan Chlamydiosis (biasanya menyebabkan gangguan saluran pernafasan bagian atas yang relatif ringan tetapi kronis).

Banyak yang ilegal
Perdagangan ilegal dari hewan-hewan eksotis itu mencapai nilai sekitar $ 20 juta (setara Rp 182,1 miliar) per tahun. Ini berarti nomor dua setelah narkotik. Hewan eksotis ditangkap dari ekosistem yang telah rusak, atau dikembangbiakkan di penangkaran. Penjualan lewat Internet pun dewasa ini dimungkinkan.

Banyak negara yang melarang warganya memelihara hewan tertentu. “Jika Anda tidak tahu aturan pemeliharaan hewan eksotis, setidaknya cobalah cek ke tempat penampungan hewan yang ada di daerah Anda," kata Leahy.




BACA JUGA:

Menguji adrenalin dengan memelihara ular
Benarkah pelihara kucing bisa sebabkan schizofrenia?
Edukasi hewan bagi anak di Taman Safari Indonesia
Belanja murah meriah di kebun binatang
GALERI FOTO: Model-model rela kedinginan demi membela binatang

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Rias Wajah