Ghiboo.com - Apakah putra dan putri Anda punya minat dan bakat untuk terjun ke dunia entertainment? Siap-siap, berikut bekal untuk Anda.
Ketika anak menyatakan ingin menjadi artis atau selebriti, Octaviani Indrasari Ranakusuma, M.Si.,seorang psikolog memberikan tip yang perlu dilakukan orangtua.
1. Harus pandai memonitor perkembangan anak, termasuk minat dan kompetensi yang mungkin berubah-ubah sesuai dengan perkembangan kognitif, sosial, emosional, juga perubahan lingkungan sosial yang terjadi selama rentang kehidupan anak.
Apabila mengalami masalah dalam memahami perkembangan anak, segeralah mencari bantuan profesional untuk dapat mencari tahu akar masalah anak dan orang tua.
2. Apabila anak menunjukkan rasa jenuh menekuni bidang yang begitu lama dilakukannya, jangan ragu untuk memberikan "time-out" kepada anak. Namun tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan orang tua.
Time-out diberikan untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi kemampuan, minat, dan bakat anak yang lain yang mungkin selama ini terpendam. Bukan berarti juga anak memliki "kebebasan mutlak". Orang tua tetap memiliki hak melakukan pemantauan dan pengendalian.
3. Bila sudah berkecimpung di dalamnya, orang tua perlu menghentikan laju popularitas anak, apabila anak terlihat jenuh, tertekan, dan apatis. Penting sekali berdialog dengan anak untuk mengetahuai apa yang sebenarnya ingin dilakukannya dan apa yang dibutuhkannya.
Berikan anak kesempatan untuk mengeksplorasi bakat dan minatnya yang mungkin tidak teridentifikasi. Kita perlu mengingat bahwa manusia tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Manusia tidak pernah stagnan.
4. Apabila anak sudah terlanjur menjadi objek eksploitasi orang tua atau lingkungannya, perlu ada orang dewasa lain yang dapat mengatur laju kehidupan anak secara emosional, sosial dan kognitif (akal atau cara berpikir anak) yang setiap tahapnya memiliki tantangan tersendiri dan menciptakan krisis pada diri individu.
Bila anak berhasil menghadapi dan mengatasi krisis tersebut, anak akan dapat melangkah ke tahap perkembangan berikutnya dengan rasa percaya diri bahwa dia adalah orang yang kompeten.
5. Orang tua sebagai sosok yang lebih dewasa, matang, dan telah mengecap asam-garam kehidupan perlu berperan sebagai pendamping yang memberikan saran, bantuan dan larangan jika diperlukan. Bukan sebagai pengendali kehidupan sang anak.
(Majalah Good Housekeeping edisi Februari 2012).



