Sudah Dewasa Tapi Masih Ngompol

Tanya:
Dokter yang terhormat, saya mempunyai adik yang berusia 24 tahun, tetapi dia masih sering mengompol sejak usia SMP. Padahal semasa kecil hingga SD, dia tidak pernah mengompol. Kira-kira apa penyebabnya? Apakah bisa disembuhkan?

Berta

Jawab:
Hai Berta,

Memang tidak sewajarnya usia dewasa masih mengompol. Mengompol (inkontinensia urin) pada usia dewasa dapat disebabkan oleh berbagai masalah medis, di antaranya:

- Untuk perempuan, penipisan dan pengeringan kulit dalam vagina atau saluran kencing, terutama setelah menopause.
- Untuk pria, kelenjar prostat membesar atau operasi prostat.
- Pelemahan dan peregangan otot-otot panggul setelah melahirkan.
- Obat-obatan tertentu sperti ketamin.
- Penyakit tertentu.
- Penumpukan tinja di perut (karena kesulitan buang air besar).
- Kegemukan dan obesitas, yang meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot yang mengendalikan kandung kemih.
- Infeksi saluran kemih. Bisa disebabkan hubungan seksual, tetapi juga bisa disebabkan infeksi virus mengingat pada wanita letak uretra berdekatan dengan vagina. Salah satu gejala penyakit ini adalah sering kencing.

Pengobatannya tergantung pada sumber masalah dan jenis inkontinensia. Jika disebabkan oleh masalah medis, inkontinensia akan hilang setelah penyakitnya diterapi.

Senam Kaegel dapat membantu beberapa jenis inkontinensia dengan memperkuat otot-otot panggul. Teknik relaksasi juga bisa memperpanjang interval kencing yang normal (frekuensi kencing yang umum adalah 6-7 kali per hari) dan dapat membantu mengatasi inkontinensia stres dan mendesak.

Bagi inkontinensia yang disebabkan penyakit, pengobatan dan operasi adalah pilihan terbaik untuk terapinya.

dr. Dwi PutraSementara itu, untuk mengatasi masalah mengompol di usia dewasa, bisa dilakukan hal-hal berikut ini:
1. Kurangi jumlah dan frekuensi minum.
2. Hindari minuman yang bersifat memicu inkontinensia (alkohol, kafein, soft drink).
3. Sediakan alat penampung kencing di dekat tempat tidur.

Demikian penjelasannya, semoga membantu.


dr. Dwi Putra
www.meetdoctor.com



***

Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, asmara, keuangan, kecantikan, atau fashion? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com




BACA JUGA:

Terkuak penyebab kencing di malam hari
Normalnya berapa kali buang air kecil dalam sehari?
Terlalu sering kencing, gejala apa ya?
Mengatasi si kecil yang masih sering ngompol
Anak sering ngompol mungkin gejala diabetes










PERINGATAN
Setiap dan seluruh isi dari halaman ini disediakan “sebagaimana adanya” untuk tujuan informasi semata-mata dan tidak dimaksudkan untuk tujuan atau nasihat kesehatan. Yahoo! dan pemegang lisensinya tidak bertanggung jawab terhadap kelengkapan, akurasi atau kelayakan dari, atau atas setiap tindakan yang dilakukan berdasarkan, isi halaman ini. Kami sarankan agar anda berkonsultasi dengan ahli medis yang berkualifikasi dan mempunyai izin sebelum bergantung pada isi halaman ini atau mengambil atau tidak mengambil suatu tindakan berdasarkan atau dengan bergantung pada isi halaman ini.

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Rias Wajah