Tak Tahan Seatap dengan Mertua

Tanya:
Saya sudah 1 tahun menikah dan masih tinggal bersama mertua. Saya nggak nyaman tinggal di sana karena saya diperlakukan layaknya masih numpang dan nggak punya hak untuk berbuat apa pun. Urusan rumah tangga pun dicampuri. Tapi suami nggak mau diajak kontrak atau beli rumah, karena bersikukuh bahwa rumah ortunya itu nantinya akan jadi rumahnya. Apakah saya harus terus bersabar terus tinggal bersama mertua? Padahal saya sudah nggak tahan lagi.
Titi, 25 tahun


Jawab:

Hai Titi,

Ada alasan kenapa pernikahan disebut sebagai hidup baru, karena memang hakikatnya setelah menikah, kehidupan barulah yang ditempuh. Salah satunya adalah lepas dari orang tua dan hidup mandiri. Tapi tentunya ini bukanlah suatu keharusan, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan. Selain faktor keuangan, faktor kebiasaan juga harus dipersiapkan.

Coba bicara dengan tenang kepada suami tentang kondisi kekurangnyamanan Titi tinggal bersama keluarga besarnya, tapi jangan menyalahkan siapa-siapa. Utarakan keinginan untuk belajar hidup mandiri setelah menikah, persiapan punya anak yang tentunya butuh ruangan ekstra, sampai rencana membeli rumah yang bisa menjadi bagian dari investasi masa depan.

Selain meyakinkan suami, yang perlu diyakinkan adalah keluarga suami. Jangan buat kesan Titi ingin pindah karena tidak betah, tapi tunjukkan keinginan pindah adalah sebagai keputusan bersama karena ingin merasakan hidup berdua dalam rumah tangga.

Selain itu yang bisa juga dicoba adalah trik yang dipergunakan istri saya ketika mengajak membeli rumah dulu (kami juga sempat 1 tahun tinggal di rumah orang tua saya). Istri saya sering mengajak jalan-jalan melihat pameran properti, atau mendatangi daerah perumahan baru yang memberikan kenyamanan untuk pasangan muda. Nah, lama-lama saya terpancing juga untuk mencoba merasakan hidup berdua dengan orang yang paling saya cinta.

Tidak ada yang lebih indah dalam pernikahan, selain bersama membangun sebuah keluarga dengan cinta sepenuh rasa.

Lakukan dengan penuh pengertian, mudah-mudahan suami Titi bisa mengerti, kemudian mengambil tindakan yang baik untuk orang-orang tercintanya.


Terima kasih sudah berbagi,

Stay In Love


@HilbramDunar
Pembawa acara TV dan Radio
Penulis buku “Plastic Heaven – bukan cinta jika tak meneteskan airmata, karena sedih luar biasa atau bahagia tak terhingga”



***

Punya pertanyaan masalah asmara, keuangan, fashion, atau kecantikan? Kirim pertanyaanmu ke tanyaahli@yahoo-inc.com



BACA JUGA:

Kalimat yang tak boleh diucapkan saat bertengkar
Ibu mertua Anda melewati batas?
Kiat-kiat bertemu calon mertua
Agar tak grogi saat menghadapi adik/kakak ipar
Ketika hubungan cinta ditentang orangtua

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Rias Wajah