Tren Furniture Antik Masih Jadi Favorit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika beberapa tahun lalu tren furniture di Indonesia didominasi gaya barat dengan tampilan modern, tapi tahun ini sepertinya tren furniture bergeser ke antik atau vintage.

"Tren furniture kembali bergeser ke antik, ya vintage. Kembali ke model lama. Seperti model jati atau model dari luar tetapi yang antik," kata Bintang Mia, Promotion & Public Relation Department dari debindo.com, beberapa waktu lalu.

Bintang mengatakan, saat ini konsumen lebih menyukai model furniture yang mewah tetapi bergaya vintage. Salah satu ciri furniture bergaya vintage yaitu memiliki warna gelap seperti cokelat dan hitam.

"Kalau lokal, biasanya furniture tersebut terbuat dari kayu jati. Sedangkan, kalau impor bahan dasarnya dari kulit," kata Bintang.

Endang, salah satu Marketer di HER Design, justru menilai tren furniture vintage dan modern masih akan digemari oleh masyakat Indonesia.

"Sekarang orang tidak terlalu banyak menyukai klasik. Jadi kebanyakan orang menyukai yang modern, vintage. Saya kira dua gaya itu memang lagi dicari orang," tutur Endang.

Menurut Endang, alasan masyarakat tidak terlalu menyukai furniture bergaya klasik karena desain furniture klasik terlalu berat. Desain berat yang dimaksud Endang adalah desain yang rumit dan memiliki ukiran yang banyak.

"Kalau gaya vintage yang simpel masih banyak disukai. Namun belum tahu akan bertahan hingga berapa lama," kata Endang.

Berdasarkan pengamatannya, furniture vintage memang menjadi favorit konsumen. Bukan hanya di pasar lokal, bahkan sejumlah pameran di luar negeri pun masih menggandrungi furniture yang berbau vintage. (agus nia)

Baca Juga:

  • PNS Pergoki Suaminya Bermesraan dengan WIL di Hotel 
  • Kayu Mahoni Tanpa Surat Izin Penebangan Disita 
  • Dua Pelaku Pembuat Paspor dan KTP Palsu Dibekuk Polisi 
  • Polisi Gadungan Babak Belur Dihakimi Massa
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Seberapa rutin Anda berolahraga?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat