Ghiboo.com - Indonesia masih memiliki kesadaran rendah terhadap kebiasaan sehat. Termasuk kebiasaan mencuci tangan pakai sabun yang sering diabaikan.
Persentase penduduk yang berperilaku benar dalam cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara rata-rata nasional hanya 24,48 persen.
Bahkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2010 menunjukkan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kategori baik secara rata-rata nasional hanya 35,68 persen.
Menyadari masih kurangnya pemahaman masyakat akan pentingnya perilaku sehat, Lifebuoy mengajak masyarakat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui Gerakan 21 Hari (G21H).
Melalui Gerakan 21 Hari, Lifebuoy ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berkomitmen melakukan kebiasaan sehat melalui 5 cara. Antara lain mandi dengan sabun, CTPS sebelum makan pagi, makan siang, makan malam dan setelah dari toilet.
Tak hanya gencar mensosialisasikan Gerakan 21 Hari, Amalia Sarah Santi selaku Senior Brand Manager Lifebuoy juga menjelaskan bahwa Lifebuoy mengadakan program pelatihan PHBS yang diikuti kepala sekolah dan guru dari 60 SD di Jakarta dan Banten.
"Pelaksanaan G21H di Jakarta memasuki tahun kedua di mana tahun pertama telah diikuti oleh 16.013 siswa dengan tingkat keberhasilan mencapai 86 persen. Semoga pada pelaksanaan di tahun kedua, kegiatan ini secara tidak langsung meningkatkan perilaku GTPS masyarakat di Jakarta dan Banten, khususnya warga sekolah dan lingkungan keluarganya," jelas Elvira SH, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Pelatihan Gerakan 21 Hari (6/7).



