5 Efek Samping Penggunaan Alat Kontrasepsi

Ghiboo.com - Alat kontrasepsi dipercaya mampu mengendalikan tingkat kehamilan yang tinggi. Sayangnya, alat kontrasepsi justru menimbulkan permasalah bagi pengguna, yaitu sebagian besar wanita, seperti gejala mual, pusing, dan sebagainya.


Untuk lebih tahu lebih dalam, berikut lima gejala yang sering dialami wanita dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi, dilansir melalui Health, Rabu (4/4).


Sakit kepala, pusing dan nyeri di payudara


"Efek samping ini kerap dirasakan setelah beberapa kali Anda mengonsumsi pil KB dan biasanya akan hilang sendiri," ungkap dokter kandungan Hilda Hutcherson. Jika pusing, sakit kepala dan nyeri payudara masih terasa, maka segera hentikan pengonsumsiannya dan beralih ke merek pil KB lain.


Mual


Rasa mual mungkin akan hilang dalam beberapa bulan. Untuk mengatasi rasa mual, cobalah untuk mengonsumsi makanan tertentu sesaat setelah minum pil KB. Jika Anda menggunakan kontrasepsi lain, seperti cincin vagina atau patch (berbentuk seperti koyo), maka coba alternatif kontrasepsi lain.


Pendarahan


"Menurut saya, efek samping ini yang paling membuat wanita menjadi lebih stres dibandingkan efek samping lainnya," papar Dr Hutcherson. Munculnya pendarahan biasanya terjadi pada wanita yang memilih menggunakan alat kontrasepsi berupa alat KB suntik, pil atau spiral.


Penurunan gairah seks


Coba ganti alat kontrasepsi Anda jika mengalami efek samping ini. "Untuk beberapa wanita, Anda bisa mengganti pil KB dengan yang lebih androgenik (mirip seperti testosteron), biasanya libidonya akan kembali normal," jelas Dr. Huctherson. Jika masih belum berhasil, segera temui dokter untuk mengganti kontrasepsi yang tepat.


Mood berantakan


"Menurut pengalaman saya, biasanya wanita mengalami depresi karena mengonsumsi pil KB, namun mengganti jenis kontrasepsi yang baru tidak akan berpengaruh banyak," tambah Dr. Hutcherson. Menurutnya, semua kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang mirip. Jadi, mungkin Anda bisa mencoba kontrasepsi non-hormonal.





Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.