5 Kesalahan Ibu Dalam Mengelola Keuangan

Oleh: Mandy Seay, QuickEasyFit | Work + Money

Para pakar keuangan bilang, dalam situasi tertentu, kita semua membuat kesalahan dalam mengelola uang. Demikian pula para ibu. Kesalahan mengelola keuangan yang paling umum dilakukan para ibu adalah, mereka sering mengabaikan dana pensiun mereka. Kesalahan lainnya akan dijelaskan di bawah ini — beserta solusinya.

Memprioritaskan biaya kuliah anak
Banyak orangtua menginvestasikan seluruh tabungan mereka untuk pendidikan tinggi anak-anak. Pada saat yang sama, mereka harus membayar utang. Oleh karena itu, kebanyakan para ibu tidak menabung untuk masa pensiun karena harus membuat prioritas dari sumber keuangan yang terbatas. Namun, mereka lupa bahwa menabung untuk masa tua mereka lebih penting dibandingkan dengan pengeluaran yang hanya berfokus pada pendidikan anak-anak.

Para ahli keuangan merekomendasikan orangtua untuk mempertimbangkan masa depan mereka terlebih dahulu. Ini tidak akan membikin Anda egois. Perencanaan pensiun adalah sesuatu yang setiap orang harus pertimbangkan. Kedua, itu adalah cara Anda bisa melakukan sesuatu yang baik untuk seluruh keluarga.

Tidak terlibat dalam masalah keuangan
Kebanyakan ibu berpikir, tanggung jawab mereka adalah mengurus anak-anak. Meskipun itu benar, para ahli keuangan mengatakan bahwa ada banyak lagi yang harus dilakukan selain itu. Banyak ibu tidak peduli tentang ke mana larinya uang dan bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka secara efektif. Jika mereka menunjukkan minat dalam keputusan keuangan pribadi, maka itu akan menjadi hal yang baik untuk semua anggota keluarga mereka.

Tidak memberikan uang saku untuk anak

Beberapa orang berpikir bahwa mereka dapat menabung banyak uang jika mereka menghindari memberikan uang tambahan untuk anak-anak. Namun, sebenarnya itu salah. Jika anak-anak tidak mendapatkan uang saku, mereka tidak akan mampu membangun kesadaran yang benar tentang bagaimana cara untuk menghabiskan uang itu dengan bijaksana.

Para pakar keuangan menyarankan para  ibu untuk memberikan anak-anak mereka cukup uang saku. Ini akan membantu mereka membayar barang yang mereka beli sendiri. Akhirnya, mereka akan mengembangkan kesadaran untuk mengelola keuangan pribadi dengan baik.

Mengorbankan gaji untuk jam kerja yang fleksibel
Para ibu yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil merasa perlu menyeimbangkan kehidupan kerja dan kehidupan keluarga mereka. Hal ini mengharuskan mereka untuk meminta kepada atasan mereka untuk jadwal kerja yang fleksibel di tempat kerja. Banyak ibu yang rela diturunkan gajinya hanya supaya mendapatkan jam kerja yang fleksibel. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan.

Tidak menata rumah
Sebuah rumah yang berantakan tidak hanya terlihat buruk, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental. Jika ibu tidak menata pakaian dan buku anak-anak mereka, hal tersebut justru dapat menambah biaya. Barang-barang tersebut  dapat cepat rusak, dan Anda perlu membeli pakaian dan buku yang baru.

Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk berbelanja buku dan pakaian anak-anak mereka di berbagai toko yang menawarkan diskon. Mereka dapat menghemat banyak uang dengan cara ini.

BACA JUGA:

Cara menabung yang baik dan benar
Mengatur keuangan jika gaji pas-pasan
Trik agar gaji tak selalu habis
Tips mengatur keuangan untuk pelajar dan mahasiswa
4 kesalahan besar pengelolaan keuangann?

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.