Hari Cuci Tangan Sedunia, 15 Oktober 2012

Bagaimana Membuat Rumah Anda Sehat

Meski rumah Anda tampak tanpa noda sekecil apa pun, selalu ada banyak tempat bakteri bisa tumbuh. Dr. Oz dan Dr. Roizen akan menunjukkan caranya mengurangi kontaminasi kuman.
Selalu ada banyak tempat bakteri bisa tumbuh. (iStockphoto)
DAPUR
Tornado kecil berisi kuman akan muncul setiap kali penghancur sampah dinyalakan, menyebabkan kabut penuh kuman memenuhi dapur. Pastikan lubang sampahnya tertutup dengan baik sebelum dinyalakan.

Spons dan lap adalah tempat subur kuman dan mengandung lebih dari 100 ribu kuman untuk setiap satu inci persegi. Panaskan spons basah dalam microwave (jangan spons kering, atau spon itu akan terbakar!) selama dua menit ketika spons itu dirasa kotor. Idealnya hal ini dilakukan setiap hari untuk membunuh bakteri. Anda juga bisa membersihkan lap dengan larutan pemutih untuk membunuh kuman.

Papan talenan yang terbuat dari kayu ternyata lebih aman daripada yang terbuat dari plastik. Bakteri dalam papan kayu akan kering setiap tiga menit. Bakteri dalam papan plastik akan menetap di sana semalaman. Kayu sepertinya memiliki bahan antikuman alami yang tidak dimiliki oleh plastik dan kaca.

MASALAH KESEHATAN MUSIM DINGIN
Ada beberapa teori mengenai sakit dalam musim dingin. Bisa jadi karena Anda mengurung diri salam satu area untuk menghindari dingin. Kemungkinan juga karena kekurangan vitamin D yang disebabkan kekurangan sinar matahari, dan membahayakan sistem kekebalan tubuh.

Anda tidak bisa mengontrol semua bakteri dalam rumah Anda, jadi tenanglah. Meja antibakteri tidak ada gunanya. Bersihkan meja dengan air hangat dan sabun setelah menyiapkan makanan dan keringkan. Jika Anda memasak dengan potensi bakteri (daging, ikan atau unggas), bunuhlah bakteri di atas meja dengan pemutih atau alternatif ramah lingkungan seperti cuka.

Toilet mengandung lapisan bakteri yang berada di bawah lapisan air, yang dinamakan “biofilm”. Lapisan bakteri tersebut sangat sulit dihilangkan bahkan dengan pembersih rumah sekalipun. Jika bakteri ini telempar ke udara, bakteri kecil ini akan mendarat di area yang berada di sekitar toilet, seperti: mainan, cangkir, sikat gigi dan lain-lain. Menjijikkan ya?

Beberapa bakteri patogen ini bisa hidup selama sepekan di permukaan. Setiap toilet disiram akan menciptakan kabut yang tidak terlihat setinggi kepala, yang bisa beterbangan sejauh 15 kaki dari toilet berada. Hal ini dinamakan efek aeorosol. Menutup toilet sebelum disiram akan mencegah partikel kotoran beterbangan dan mendarat di setiap permukaan kamar mandi. Tutupi sikat gigi Anda atau letakkan di dalam lemari obat.

Seluruh permukaan harus dibersihkan secara teratur. Termasuk gagang pintu, permukaan wastafel, lantai dan shower/bathtub. Bersihkan toilet bagian dalam sepekan dua kali dengan antiseptik untuk mencegah perpindahan kuman.

Sekali-sekali, lepaskanlah kepala pancuran Anda dan rendam dalam pembersih atau cuka. Hal ini untuk membersihkan lumut dan tumpukan mineral yang menyumbat di kepala pancuran dan mencemari air pancuran.

Jangan lupakan kasur. Kita semua berkeringat saat tidur, sehingga membuat kelembapan meningkat. Akibatnya, kasur jadi tempat yang ideal untuk tungau. Kulit kita yang terkelupas saat tidur (sampai 4,5 kg per orang per tahun) menjadi makanan tungau. Serangga kecil tersebut menyebabkan iritasi kulit dan bengkak.

Rata-rata kasur rumah memiliki 10 ribu tungau, yang menyebabkan demam, asma, dan penyakit lain. Setiap enam bulan, balikkan kasur. Bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan seprai lateks atau seprai 1-micron filter.

Setiap malam kita menghirup debu yang penuh tungau yang ada di bantal. Gunakan sarung bantal 1-micron atau sarung dari lateks.

Baca juga:

Waspadai, 8 tempat bakteri berkembang
Kebiasaan yang salah soal kebersihan
Kebiasaan buruk pria dalam kesehatan
6 cara sederhana kurangi stres saat bekerja
Cegah penyakit dengan cuci tangan

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

 

Pilihan