Bahaya Obat Tanpa Resep Bagi Anak-anak

Kasus kematian bocah berumur 5 tahun Kimber Michelle Brown pada bulan Februari 2012 menegaskan kembali bahaya obat tanpa resep (over-the-counter drugs, OTC) bagi anak-anak. Hasil otopsi yang dirilis 15 April menyebutkan, Kimber meninggal akibat overdosis obat flu.

Dia mengonsumsi dextromethorphan, yang terkandung dalam obat batuk sirup, dua kali lipat dosis seharusnya. Juga terdapat obat lain Cetirizine dalam sistem pencernaannya dalam dosis berlebihan.

Obat-obatan itu diberikan oleh nenek Kimber.

Kelebihan dosis obat batuk sirup dapat terjadi karena kekeliruan sederhana. Yang harusnya dosis satu sendok teh, malah sendok makan. Diperkirakan, 70 ribu anak-anak dilarikan ke rumah sakit setiap tahun karena keracunan obat tanpa resep.

Diane Murphy, M.D., direktur badan pengawasan obat untuk anak-anak memberi beberapa petunjuk pemberian obat bagi anak-anak:

1. Obat yang diberi label “anak-anak” tidak berarti bisa diberikan bagi pasien semua usia. Bacalah petunjuk pemakaian dengan teliti.

2. Beberapa obat seperti aspirin dapat berakibat fatal bagi anak-anak dengan gejala penyakit campak atau flu. Berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memberi obat.

3. Gunakan obat sesuai petunjuk. Jangan memberi obat-obatan pada anak melebihi kadar yang dianjurkan untuk ukuran usia dan berat badannya.

4. Gunakan alat pengukur yang disertakan pada obat tertentu. Jangan gunakan sendok atau alat yang diberikan pada obat lain.

5. Jangan berikan obat tanpa resep atau obat flu kepada anak di bawah dua tahun kecuali disarankan oleh dokter.

6. Jika ragu-ragu, jangan berikan obat untuk anak Anda dan hubungi dokter. Obat tanpa resep hanya bisa mengatasi gejala, bukan penyebab penyakit, sehingga risiko dapat lebih besar.




BACA JUGA:

Jangan campurkan minuman ini dengan obat
Mengatasi rasa nyeri tanpa obat
Batuk dan pilek tak perlu minum antibiotik
Mengatasi sakit tenggorokan secara alami
Obat yang mempengaruhi berat badan

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.