Belajar dari Hubungan Masa Lalu

Hubungan masa lalu tak hanya meninggalkan kenangan (baik dan buruk), namun juga pelajaran yang berharga. Berikut hal-hal yang bisa Anda pelajari:

1. Komunikasi yang baik

Hampir setiap masalah yang terjadi dalam sebuah hubungan berujung pada komunikasi yang tidak lancar. Hubungan masa lalu dapat membuat Anda belajar mengenai cara komunikasi yang tepat dengan pasangan sesuai dengan keadaan. Jangan sampai mengulangi kesalahan masa lalu yang akhirnya membuat hubungan bubar.

2. Menghargai
Anda mungkin salah bertingkah laku sehingga dulu, mantan pasangan Anda merasa tersinggung dan tidak dihargai. Kini Anda tentu telah mempelajari cara bersikap sehingga pasangan yang baru bisa merasa dihargai bukan?

3. Mencari seseorang yang memiliki tujuan yang sama
Penyebab lain dari bubarnya suatu hubungan adalah perbedaan tujuan hidup. Anda mungkin memiliki hobi yang sama, sifat yang hampir sama juga makanan favorit yang sama. Namun untuk urusan hidup, tujuan Anda berdua berbeda bahkan bertolak belakang. Hal tersebut tak akan membuat hubungan menjadi langgeng. Untuk itu, carilah orang yang memiliki tujuan yang sama, bukan sekadar orang yang memiliki hobi dan sifat yang sama.

4. Belajar ikhlas
Kehilangan dengan sendirinya membuat kita belajar ikhlas dan menerima. Ikhlas bahwa mantan kekasih memang bukan jodoh kita. Menerima bahwa kita bukan orang yang sempurna dan masih butuh perbaikan diri, dan sebagainya.

5. Kita tak selalu bisa memaksakan kehendak
Ini juga merupakan pelajaran yang berharga dari sebuah hubungan yang gagal. Kita tak akan pernah bisa memaksakan dan mengubah orang yang kita cintai menjadi sosok yang kita idamkan. Tak ada orang yang sempurna. Sebuah hubungan juga harus didasarkan atas toleransi, bukan sikap memaksakan kehendak dari satu pihak saja.

6. Berbagi
Tak ingin berbagi juga sering menjadi masalah dalam sebuah hubungan. Bukan masalah materi. Mungkin saja di hubungan yang dulu, Anda dan pasangan tak pernah berbagi cerita mengenai masalah yang menimpa, berbagi mimpi, dan sebagainya. Untuk apa memiliki pasangan jika Anda masih harus menanggung beban dunia sendirian. Di hubungan yang baru, bukalah hati Anda lebih lapang pada pasangan, sehingga Anda dan dia bisa saling berbagi.

Jangan sampai kesalahan-kesalahan yang dulu Anda lakukan terus berulang sehingga menjadi duri dalam hubungan yang baru. Jadilah orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Selamat berbahagia!

BACA JUGA:

Manfaat putus cinta
Lima tanda harus putus
Sembilan cara redakan patah hati
Tujuh penyebab pria putuskan cinta
8 cara bantu teman yang baru putus cinta

Memuat...

Tanya Dokter

  • Makanan Penghilang Sakit Kepala
    Makanan Penghilang Sakit Kepala

    Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan yang dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit kepala Anda. …

  • Kehamilan Setelah Keguguran
    Kehamilan Setelah Keguguran

    Keguguran pada kehamilan biasanya terjadi sebelum usia kandungan 20 minggu. Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran? Dan, mengapa seseorang yang ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran harus menunggu selama tiga bulan? …

  • Mitos dan Fakta Antibiotik
    Mitos dan Fakta Antibiotik

    Banyak mitos-mitos yang beredar mengenai antibiotik yang sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu. …

  • Segudang Manfaat Teh Hijau
    Segudang Manfaat Teh Hijau

    Dibalik rasanya yang lezat, teh hijau atau green tea rupanya juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk tubuh …

  • Makanan Penurun Kolesterol
    Makanan Penurun Kolesterol

    Jika ingin sehat, Anda memang diharuskan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menjauhi makanan yang dilarang. …

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.