Beli Nasi Timbel Komplit Bandoeng Harus Tahan Antre

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - BERKUNJUNG ke Kota Bandung kurang lengkap jika tak mencicipi nasi timbel. Nasi yang dibungkus dengan daun pisang dan disajikan bersama lauk, lalapan dan sambal itu merupakan makanan khas Tanah Pasundan.

Di Bandung, ada satu warung nasi timbel yang tak pernah sepi pengunjung. Namanya Nasi Timbel Komplit Bandoeng di Jalan Ibrahim Adjie atau Kiaracondong. Warung tersebut berupa tenda dan berdiri di atas trotoar tepat di depan Kantor Pos Kiaracondong.

Jika jam makan siang tiba, kerap terjadi antrean panjang pembeli. Yang mengantre biasanya para karyawan yang bekerja di perkantoran dekat lokasi warung nasi timbel tersebut berdiri. Maklum, sebagian besar pelanggan warung nasi timbel milik Ibu Tini ini adalah para karyawan.

Di warung nasi timbel yang dikelola Tini tersebut, nasi timbel komplit yang ditawarkan. Terdiri dari nasi timbel yang dibungkus daun pisang, ayam goreng yang renyah, tahu goreng, tempe goreng, lalapan, dan sambal. Namun bagi yang suka ikan asin, bisa ditambahkan sepotong ikan asin goreng pada nasi timbel komplit.

Satu porsi nasi timbel komplit tanpa ikan asin hanya dibanderol Rp 11.000. Sementara yang ditambah ikan asin, harganya Rp 13.000. Cukup murah bukan?

Warung Nasi Timbel Komplit Bandoeng ini buka setiap hari, pukul 10.00-14.00. Namun kadang warung juga tutup lebih awal karena nasi timbel komplit yang ditawarkan laris lebih awal.

"Sehari sekitar 80 porsi nasi timbel komplit yang disediakan, dan Alhamdulillah habis," kata Tini, Selasa (12/2/2013). Ia sudah berjualan nasi timbel di tempat tersebut sejak tahun 2000.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.