Bhut Jolokia, Cabe Terpedas Dunia

Ghiboo.com - Cabai terpedas di dunia ternyata ada di India, namanya Bhut Jolokia. Bhut Jolokia sendiri berarti 'Cabe Hantu'. Mungkin cabe ini dinamakan dengan nama tersebut karena kepedasannya yang seperti setan.

Tingkat kepedasan yang dihasilkan bisa mencapai 1000 kali lipat dari cabe biasa yang biasa kita temui di dapur. Saat diuji tingkat kepedasannya dengan menggunakan skala Scoville Heat Unit (SHU), ternyata cabe Bhut Jolokia memiliki tingkat kepedasan hingga 1 juta SHU.

Artinya hampir dua kali lebih pedas daripada buah cabe pemegang rekor sebelumnya 'Red Sawina' yang nilai SHU-nya hanya mencapai 577.000 saja. Hasil penelitian ini dilakukan dan diumumkan oleh American Society For Horticultural Science.

Cabe ini rupanya berdampak besar terhadap industri makanan, karena mereka tidak perlu lagi cabe dalam jumlah cukup banyak, namun cukup dengan sedikit saja Bhut Jolokia, sudah mampu membuat makanan menjadi sangat pedas.

Bhut Jolokia terpilih menjadi yang teratas dalam tingkat pedas dan masuk di buku rekor dunia. Berikut tingkatan berikutnya setelah Bhut Jolokia.

Naga Morich

Dalam bahasa India artinya lada roh. Banyak tumbuh di daerah Timur Utara India, dan jika diukur skala pedas mencapai 100 kali dibanding pedasnya cabai-cabai yang ada di dunia.

Naga Viper.
Ini hasil persilangan dari 3 jenis paprika, dan tumbuh baik di Inggris.

Savina Habanero.
Cabai ini tanaman asli California. Untuk menggambarkan pedasnya, cabai ini dijuluki lidah setan Dominika. Sering digunakan untuk mengolah makanan asli Amerika Selatan.


(Berbagai sumber)


BACA JUGA:

Sambal, masakan multifungsi
Bagian mana yang terpedas dari cabai?
Makan cabai merah bisa cerahkan kulit
3 makanan yang perlu diperhatikan cara makannya
Sensasi pedas ayam bambu

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.