Bu, Sebelum Menyusui Pahami Pentingnya Tujuh Kontak ASI

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi ibu yang baru melahirkan kerap mengalami kecanggunan ketika menyusui. Alasan menyusui sakit, lecet, dapat menghambat produksi Air Susu Ibu. Alhasil ASI tidak keluar, lalu bayi tidak mendapatkan sumber makanan terbaiknya.

Hal disebabkan karena kurang informasi tentang menyusui. Kementerian Kesehatan telah memberikan arahan tentang Tujuh Kontak ASI dengan waktu terbaik. Apa sajakah itu?

"Tenaga kesehatan, seperti bidan, perawat, dan dokter harus mengenalkan kapan saat terbaik tujuh kontak ASI, karena untuk memberikan ASI eksklusif minimal enam bulan," jelas Dokter Jeanne Roos Tikoalu, SpA, IBCLC, Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia).

Informasi tersebut dapat diberikan tenaga kesehatan ke ibu ketika ibu hamil masuk trimester kedua dan  masuk trimester ketiga. Informasi juga harus didapatkan ibu ketika bayi baru lahir, bayi berusia satu hari, bayi berusia tujuh hari atau ketika ia meninggalkan rumah sakit.

Ibu menyusui diingatkan tentang Tujuh Kontak ASI ini ketika bayi berusia 35 hari, biasanya waktu bayi kontrol pertama. Atau saat Ibu kembali bekerja atau ketika bayi berusia 60 hari.

Tenaga kesehatan akan memberikan informasi seputar tips dan trik memberikan ASI agar ASI tetap berproduksi, posisi menyusui, hingga memberikan dukungan psikologis. Sebaliknya, ibu pun dapat bertanya seputar menyusui dengan tenaga kesehatan.

"Ini penting dilakukan untuk meminimalkan ketidaktahuan ibu pada trimester pertama dan kedua," kata Jeanne.

Kesehatan
  • Agar Tak Gemuk Pilih Glikemiks Indeks Rendah
  • Tepat Memilih Makanan Bergizi Saat Ibadah Haji
  • Atasi Bahaya Rokok, Begini Contoh Teladan Negeri Tetangga
  • Pola Makan Penyebab Gigi Berlubang
  • Katakan Tidak pada Rokok, Tolak 'World Tobacco Asia'
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.