Cuci Tangan Itu Sepele, Tapi Bisa Selamatkan Jiwa

Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Catatan WHO, diare membunuh 2,5 juta Balita di dunia setiap tahun.  Untuk itu, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 Oktober menjadi momen penting sebagai upaya menghentikan penyebaran kuman di tangan untuk menyelamatkan jiwa.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan, peningkatan kebiasaan cuci tangan pakai sabun termasuk kunci pokok untuk mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan dan perilaku manusia dalam strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Berbasis Masyarakat (STBM).

"Ini sebagai upaya promotif dan preventif terpadu pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular seperti diare. Berdasarkan riset CTPS saja dapat mencegah diare hingga 47 persen," kata Yoga kepada wartawan di Parkir Selatan Senayan Jakarta, Minggu (9/10/2011).
 
Jika implementasinya tidak hanya sebatas pada peningkatan CTPS saja namun juga  merubah perilaku negatif seperti pengurangan buang air sembarangan, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengolahan limbah cair yang benar maka akan menurunkan angka kejadian diare hingga 94 persen.

Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso,  mengungkapkan meski  CTPS sangat mudah dan murah tapi belum menjadi kebiasaan sehat masyarakat Indonesia.

"Kami akan memaparkan hasil penelitian terkini mengenai efektifitas CTPS dalam menghentikan penyebaran kuman untuk menyelamatkan jiwa di dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) STBM pada 14 Oktober 2011," kata Brand Building Director Skin Cleansing, PT Unilever Indonesia Tbk., Eka Sugiarto.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.