Delapan Makanan Beracun yang Ternyata Kita Makan

Oleh: Melissa Breyer

Salah satu keuntungan besar hidup pada zaman ini adalah kita tampaknya memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai makanan. Bukan berarti kita selalu berada di arah yang benar (kita tetap masih makan junk food dan sejenisnya yang merusak tubuh) tetapi paling tidak, kita tahu mana yang boleh dimakan mana yang tidak.

Menariknya, hingga kini kita masih memakan makanan beracun, seperti yang ada di daftar berikut ini:

Meskipun insting kita yang paling mendasar ditujukan untuk bertahan hidup, kita masih tetap saja memakan makanan beracun, atau sebagian dari makanan tersebut. Jika Anda meragukan apa yang kami katakan, pertimbangkanlah makanan-makanan berikut ini.



1. Kacang lima
Seperti kebanyakan keluarga kacang-kacangan, kacang lima yang tampak biasa-biasa saja sebaiknya jangan dimakan mentah karena dapat mematikan. (Dan siapa pula yang ingin mati dengan cara yang begitu tidak terhormat karena kacang lima?)

Kacang yang juga dikenal dengan nama kacang mentega ini mengandung kadar sianida yang tinggi, yang merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tumbuhan ini. Di Amerika Serikat ada batasan kadar sianida yang ada dalam berbagai varietas kacang lima yang dijual di pasaran, namun tidak demikian di negara-negara yang kurang maju, dan banyak orang dapat menjadi sakit jika memakan kacang ini. Meskipun demikian, kacang lima harus dimasak hingga benar-benar matang, dan jangan ditutup agar racun dapat keluar dalam bentuk gas. Dan juga, buang airnya agar tetap aman.



2. Ikan buntal
Siapa saja yang pernah makan ikan buntal pasti pemberani. (Dan kemungkinan besar akan tewas setelahnya.) Hampir semua jenis ikan buntal mengandung zat tetrodotoksin, racun yang 1.200 kali lebih mematikan dari sianida. Racun dari satu ekor ikan buntal dapat menewaskan 30 orang, dan tidak ada penawarnya.
 
Namun banyak orang mengonsumsinya. Di Jepang ikan ini disebut fugu, dan daging ikan buntal merupakan hidangan sangat mahal yang disajikan oleh juru masak berlisensi khusus. Meskipun begitu, menurut data pemerintah Jepang, 23 orang tewas dari 338 kasus keracunan ikan buntal di Jepang dari tahun 2000 hingga 2009.
<div class="caption-credit"> Photo by: USDA</div><div class="caption-title"></div><strong>3. Castor beans</strong><br>Many …



Foto: USDA

3. Biji jarak

Banyak nenek-nenek menggunakan sesendok minyak jarak untuk menyembuhkan berbagai penyakit, dan sejumlah penelitian menunjukkan minyak jarak memang benar memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun pastikan jangan makan biji jarak dalam keadaan mentah. Jika biji jarak dikunyah dan ditelan, maka biji ini akan melepaskan senyawa risin, yang merupakan salah satu jenis racun yang paling berbahaya bagi manusia. Satu-dua biji jarak dapat dengan mudah menewaskan pemakannya. Risin diteliti sebagai salah satu unsur persenjataan, dan bahkan sudah digunakan oleh agen rahasia dan komplotan pembunuh.


Foto: 6th Happiness

4. Almond

Pembaca novel misteri klasik tahu apa makna aroma almond pahit: kematian akibat sianida. Itu terjadi karena beberapa tanaman, termasuk apel dan almond, mengandung sianida agar hewan herbivora tidak memakannya.
 
Namun jangan khawatir; almond pahit tidak sama dengan almond manis, yang dikonsumsi di Amerika Serikat. Karena 20 biji almond pahit cukup untuk membunuh satu orang dewasa, almond pahit tidak dijual di Amerika Serikat. Ekstrak almond dibuat dengan minyak almond pahit, namun tenang saja, itu tidak bisa digunakan sebagai senjata pembunuh.

<div class="caption-credit"> Photo by: Amada44</div><div class="caption-title"></div><strong>5. Cassava</strong><br>Also …


 
Foto: Amada44

5. Singkong
Singkong karet merupakan tanaman asli Amerika Selatan dan sumber kalori terpenting ketiga di negara-negara tropis; dan seperti halnya almond pahit, singkong juga mengandung sianida. Jika direndam dan dikeringkan dengan benar, singkong karet tidak berbahaya; namun jika salah satu proses ini dilewatkan, maka akan timbul masalah.
 
Karena proses pengolahan makanan yang benar dan regulasi yang ketat, singkong yang mengandung sianida hanya menjadi ancaman kecil bagi warga Amerika Serikat yang mengonsumsi umbi akar ini. Namun di Afrika singkong menjadi sumber pangan utama dan banyak warga miskin menderita keracunan sianida kronis dan melumpuhkan yang dikenal dengan istilah konzo. Bill and Melinda Gates Foundation membantu mengembangkan singkong dengan kadar sianida yang rendah, namun belum membuahkan hasil.
 


Foto: Gibby’s Garden

6. Kelembak
Batang kelembak dapat memberikan aroma super untuk kue stroberi; namun daun kelembak menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Daun kelembak mengandung asam oksalat, senyawa kimia yang ada dalam pemutih, pembersih logam, dan produk-produk anti-karat. Daun kelembak juga mengandung antrakuinon glikosida. Memakan daun kelembak dapat menyebabkan rasa terbakar di mulut dan tenggorokan, rasa mual dan muntah-muntah, nyeri lambung, kejang-kejang, dan bahkan kematian.
 
Meskipun kelembak yang dijual di pasar biasanya daunnya sudah dibuang, berhati-hatilah jika Anda menanam tanaman ini di rumah; meskipun biasanya penggunaan setiap bagian dari sayur-sayuran bagus... dalam kasus ini, kejang-kejang dan kematian adalah hasil yang akan Anda alami.
 


7. Tomat dan kentang
Daun dan batang dari tomat dan kentang, anggota keluarga terung-terungan, mengandung senyawa alkaloid beracun yang disebut solanin. Dalam kentang, senyawa ini terkonsentrasi saat kentang mulai berkecambah dan ketika mata dan dagingnya menjadi hijau. Kentang memiliki konsentrasi solanin yang lebih tinggi dibandingkan tomat — dan laporan University of New Mexico menyatakan bahwa kentang liar di wilayah Andes dapat memiliki kandungan solanin dua kali lipat lebih dibandingkan kentang yang dibudidayakan.
 
Namun meskipun begitu, orang dengan berat badan 100 pon (setara 45,36 kilogram) harus mengonsumsi 16 ons kentang yang benar-benar hijau sebelum keracunan solanin terjadi. Jika Anda menyukai kentang hijau, waspada Anda dapat mengalami air liur yang berlebihan, diare, denyut nadi yang melambat, tekanan darah rendah, pernapasan menjadi lemah, dan serangan jantung.
 
Foto: Tatiana Bulyonkova

Amanita phalloides


8. Jamur

Daftar makanan beracun tidak akan lengkap tanpa jamur, dan khususnya, jamur Amanita phalloids, jamur “topi kematian” yang mematikan (dan lezat). Jamur ini menyebabkan banyak kasus keracunan bersama sepupunya, Amanita ocreata, yang lebih dikenal sebagai “malaikat penghancur”.
 
Kita sudah sejak lama memiliki ketertarikan terhadap jamur, dan kita terus-menerus meracuni diri kita sendiri dengan berbagai jenis jamur. Mengapa demikian? Karena jamur nikmat untuk disantap, namun pada saat yang bersamaan, sulit untuk membedakan antara jamur yang tidak beracun dan jamur yang mematikan.

BACA JUGA:

Awas, jangan terlalu banyak makan kerang
11 makanan paling berisiko terkontaminasi bakteri
5 bahan makanan yang tak bisa disimpan di kulkas
Waspadai 8 tempat bakteri berkembang
Makanan berjamur belum tentu harus dibuang
Tujuh fakta mengejutkan tentang makanan
Suhu dingin lemari es tidak bisa membunuh bakteri