Dokter Kecil Bogor Juara Tingkat Nasional

Ghiboo.com - Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak-anak dan keluarga Indonesia masih rendah. Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2010 menunjukkan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria PHBS tingkat baik hanya 35,7 persen.


Sebagai upaya membentuk kebiasaan hidup sehat pada generasi muda, PT Unilever Indonesia, Tbk bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Dokter Kecil Award 2012 yang diikuti oleh perwakilan 32 provinsi di Indonesia. Sebelumnya, seleksi tingkat daerah telah digelar sejak Maret lalu.


"Kami memilih anak sekolah dasar karena kami ingin menetapkan kebiasaan sehat sejak dini," ungkap Amalia Sarah Santi, Senior Brand Manager Lifebuoy dalam jumpa pers Grand Final Dokter Kecil Award 2012, Minggu (8/7).


PT Unilever Indonesia melalui Lifebuoy juga memperkaya edukasi dokter kecil melalui Gerakan 21 Hari untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan perilaku hidup sehat bagi dirinya sendiri, teman-teman, keluarga dan masyarakat sekitarnya.


Gerakan 21 Hari adalah gerakan membiasakan diri untuk melakukan 5 kebiasaan sehat, seperti mandi menggunakan sabun, cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan pagi, makan siang dan makan malam, serta setelah dari toilet selama minimal 21 hari berturut-turut tanpa putus untuk menjadi kebiasaan.


"Dokter kecil yang dimulai dari sekolah dasar berperan baik di dalam dan luar sekolah sebagai agent of change. Di dalam lingkungan sekolah, dokter kecil bisa mempengaruhi teman temannya. Sedangkan di luar, mereka bisa menularkan kebiasaan hidup sehat kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya," ungkap dr. Kirana Pritasari MQIH, Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan RI.


Untuk tahun ini, Yumni Rahadatul Aisyi dari SDN Sukadamai 3 Bogor, Jawa Barat berhak menyandang gelar Dokter Kecil Award Teladan tingkat Nasional 2012 dan meraih piala bergilir Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.