Gandarusa, Pil KB Alami untuk Pria

TRIBUNNEWS.COM - Kepala BKKBN Pusat DR dr Sugiri Syarif mengatakan pihaknya bersama tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya saat ini sedang melakukan penelitian pohon Gandarusa untuk dijadikan pil KB bagi pria secara permanen.

"Hingga kini, penelitian baru sampai tahap uji klinik kedua dan sedikit lagi akan sampai pada tahap ketiga," katanya dalam rangkaian 'Roadshow' Hari Keluarga Nasional XVIII  2011 yang dibuka Ketua TP-PKK Pusat, Ny Vita Gamawan Fauzi, di Kendari, Rabu.

Ia mengatakan, beberapa uji kelayakan pada pohon Gandarusa itu sudah dilakukan, termasuk uji coba kepada manusia. Khusus uji coba pada manusia baru dua fase yakni dari 36 sampel dan akhirnya ditingkatkan menjadi 350 sampel.

Temuan gandarusa sebagai kontrasepsi alami bagi pria tentu menarik, sebab selama ini kontrasepsi bagi pria identik dengan cara-cara mekanis dan terkadang pria enggan melakukannya.

"Mudah-mudahan, hasil penelitian ini berhasil, sehingga kita sudah bisa menjelaskan kepada masyarakat bahwa kemungkinan besar pil KB pria itu menjadi sebuah kenyataan," katanya.

Menyinggung penerapan penggunaan pil dari pohon Gandarusa, Kepala BKKBN itu mengharapkan tahun 2011 sudah bisa digunakan, tapi untuk memenuhi sebagai alat kontrasepsi yang menjadi program masih harus memenuhi beberapa persyaratan teknis.
    
"Persyaratan dimaksud di antaranya, apakah masyarakat bisa menerima, harganya bisa terjangkau oleh masyarakat, ataukah bisa mampu memenuhi alat kontrasepsi itu ada di setiap jajaran," katanya.
    
Pohon Gandarusa yang lazimnya dijumpai sebagai tanaman pagar itu di Sulawesi Tenggara cukup banyak dan memiliki khasiat untuk dijadikan obat penyembuhan bagi tubuh manusia.
    
Salah seorang dosen di perguruan tinggi swasta di Kota Kendari, DR La Panga mengatakan, pohon Gandarusa juga mampu meredam bengkak atau nyeri yang ditimbulkan.
    
"Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Rasanya khas, sedikit pedas, asam, dan getir," katanya.
    
Ia menambahkan, tanaman itu juga dipercaya membantu untuk melancarkan peredaran darah, juga sebagai pereda mual, dan antirematik.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.