Gaya Bahasa Tulis, Gambaran Jujur Kepribadian dan Perasaan

Teknologi yang semakin berkembang membuat kita semakin jarang menyampaikan pesan lewat tulisan tangan, dengan surat atau memo misalnya. Pesan tertulis biasanya lebih sering disampaikan lewat aplikasi pesan singkat, baik WhatsApp, BlackBerry Messanger (BBM), YM, ataupun e-mail.

Dulu, saat medium untuk menyampaikan pesan tertulis masih menggunakan kertas dan tinta, berbagai bentuk unik tulisan tangan yang bahkan nyaris tidak terbaca pasti lazim ditemui. Namun saat ini, walaupun medium penyampaian tulisan sudah semakin berkembang, kita masih bisa menemukan bentuk-bentuk tulisan yang sedikit janggal dan tidak jarang mengganggu mata. ‘Hah????’, ‘Yuk mareee’, ‘Ikutttt’, ‘Thanks!!!!’, ‘Perhatikan!!!’, ‘Terima kasiiiiiih’, lazim dengan bentuk-bentuk tulisan seperti itu? Pastinya kamu nggak ragu untuk menjawab ‘iya’ kan.

“Jika berbicara tentang kepribadian, Ilmu Grafologi tidak bisa menjawab dari cara orang mengetik, tapi yang bisa menentukan gambaran kepribadian seseorang adalah hasil dari tulisan tangannya.Tapi yang pasti jika orang membuat tulisan tangan dengan menggunakan tanda baca yang berlebih biasanya memang menunjukkan adanya emosi berlebihan dari si penulis,” ujar Deborah Dewi, Grafolog.

Untuk melihat pelik atau tidaknya pribadi seseorang, tulisan tangan merupakan bagian dari dalam diri yang berbicara jujur. “Kepribadian seseorang tentu saja bisa tercermin dari tulisan tangan mereka. Contoh sederhananya, saat kamu sedang sedih, marah, ataupun senang, pasti akan menimbulkan tekanan tersendiri saat menulis. Sehingga apa yang dialami oleh manusia yang memengaruhi kondisi kejiwaannya otomatis pasti akan tercermin melalui tulisan tangan mereka,” Debo kembali menjelaskan.

Mungkinkah emosi yang dituangkan oleh perempuan dan laki-laki lewat cara menulis mereka menunjukkan perbedaan yang signifikan? “Tidak ada perbedaan signifikan dengan cara menulis pada laki-laki dan perempuan. Mengetahui gender ketika menganalisa tulisan tangan memang bisa menjadi informasi tersendiri, tapi tidak ada perbedaan signifikan yang khusus membedakan manakah tulisan tangan laki-laki dan mana tulisan tangan perempuan. Yang jelas cara orang menulis tentu akan menggambarkan keadaan emosi yang sedang dialaminya,” ujarnya lagi.

“Jujur, saya terkadang nggak mengerti dengan gaya penulisan anak-anak jaman sekarang. Entah dari mana muncul gagasan untuk membaca ‘x’ jadi ‘-nya’. Nggak jarang saya menemukan tulisan, misalnya seperti ‘tasx’ yang ternyata maksudnya adalah ‘tasnya’. Atau juga ada beberapa orang yang sepertinya kurang paham memperlakukan tanda baca dan huruf kapital. Karena efek yang ditimbulkan tulisan ‘Thanks!’ dan ‘Thanks.’ terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda pada si penerima. Jadi, menurut saya, dalam menulis kita harus sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan salah tafsir, terlepas  dari yang digunakan bahasa formal atau bukan, tapi penggunaan tanda baca cukup penting untuk menentukan penekanan,” ujar Angga, 25, Pengajar dan Mahasiswa S-2.

Berkomunikasi lewat tulisan tentu akan sama sekali berbeda jika kita berkomunikasi secara langsung. Tidak adanya kontak langsung terkadang bisa menimbulkan salah persepsi atau salah paham antara si pemberi dan penerima pesan. Cara setiap orang membaca tulisan yang berbeda, tidak jarang bisa menjadi sebab utama terjadinya missed komunikasi. Karena itu, jelas dan lugas dalam menyampaikan pesan lewat tulisan adalah hal utama yang harus diperhatikan. “Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya bahwa penggunaan tanda baca yang berlebihan memang bisa dikatakan adanya emosi berlebihan dari si penulis, tapi apakah menggunakan tanda baca dan huruf berlebihan bisa menggambarkan kepribadian seseorang, saya tidak bisa menjawabnya. Karena dalam Grafologi, kepribadian seseorang baru bisa dilihat dari gambaran coretan tangan yang ia hasilkan. Namun, jika berbicara masalah kepantasan dan kelayakan, saya kembalikan pada standar mana yang diperlakukan atau diikuti. Yang patut diingat adalah pesan (komunikasi) yang kamu sampaikan baik secara lisan, tertulis atau terketik ditangkap oleh orang lain si penerima pesan dengan baik. Jadi, sebaiknya barhati-hatilah setiap kali membuat pesan tertulis, terlebih ketika berhubungan dengan pekerjaan atau sesuatu yang resmi,” Debo menyarankan.

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.