Gaya Busana Urban Berkesan Smart ala Olivia Jansen

TRIBUN JAKARTA - Pakai baju harus fashionable! Kata-kata itu selalu menjadi hiasan tersendiri dalam relung pikiran remaja cantik yang satu ini. Baginya, tanpa fashion dunia seperti kosong melompong. Tak heran, saban hari ia selalu berpikir untuk mendapatkan mood positif, agar hobinya di dunia fashion bisa tersalurkan.

Olivia Jansen, sosok cantik tersebut, menyebut, dunia fashion sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian. Baginya, ciri lifestyle modern adalah pilihan busana, baik gaun, t- shirt, kardigan ataupun tanktop, dengan cita rasa tertentu.

Kadangkala, ia harus berpikir dua atau tiga kali lipat untuk menampilkan kostum di depan khalayak. Satu yang pasti, dia tak ingin mengecewakan siapapun. "Hal terpenting, fashion yang melekat di tubuhku, sampai aksesoris, adalah hal terbaik sebagai simbol ekspresiku, seorang remaja yang selalu dinamis," kata Olivia.

Namun ada hal berbeda saat The Rising Star tersebut tampil di ajang pembukaan "Women's Week 2012", di Plaza Senayan, kemarin. Dia tampil begitu anggun dengan busana jenis dress formal, dengan beberapa aksesoris minimalis. Namun, justru kalung, gelang, cincin perak sampai sepatu, yang membuat sosok Olivia sangat eye catching.

Tampilan utama yang sangat berbeda tentu ada di pilihan dress warna merah menyala. Tipe lipatan yang terjadi di bagian perut menjadi ornamen baru. Lipatan pendek di bagian lengan dan model kain simetris yang keluar di bagian perut, mengindikasikan sosok penuh terobosan. Garis berbentuk elips yang simetris dari pundak, mengarah ke dada dan berakhir pinggang, memberi kesan tubuh seksi dan proporsional.

Model rok span ketat di atas lutut, menurut Olivia, mencirikan wanita yang selalu dinamis. Itu menjadi ciri ekspresi perempuan urban, yang memang diangkat menjadi satu tema besar Women's Week 2012.

Model rambut panjang yang selalu dipelihara Olivia, menjadi sisi alami perempuan Indonesia. Sosok remaja begitu terlihat dengan kombinasi kalung yang melilit di leher dengan ornamen belang. Aksesoris ini sangat cocok dipadu dengan rambut hitam yang tergerai rapi.

Kesan 'wanita' semakin terlihat dengan dengan akses garis pada rok, tepat mengalir di bagian paha. Sisi formalitas semakin kentara dengan model sepatu.

Olivia Jansen mengaku, format busana yang dipakainya menjadi ekspresi dari perumpuan urban yang penuh gairah, spirit, determinasi, kreatif dan smart. Ia tak sendiri, duta Women's Week 2012 terdiri atas Maudy Koesnaedi, Ersa Mayori, Ardina Wirasti, Aline Adita dan Ghea Oktarin. Mereka menjadi representasi perempuan modern yang mampu menyebarkan inspirasi dari dan untuk perempuan Indonesia.

Women's Week 2012. Berlangsung mulai Rabu hingga Minggu, 25-29 April 2012 di Plaza Senayan, Women's Week mengajak perempuan urban untuk berbagi inspirasi melalui peragaan produk fashion lokal dan talkshow.

Tema yang diangkat Women's Week ketiga ini, Flash Forward, juga mendorong kaum hawa untuk tak berjalan di tempat. Flash Forward menjadi tema terpilih yang menantang perempuan, terutama kalangan urban modern, untuk bergerak cepat, maju saling memberdayakan

Olivia Jansen, yang masuk dalam duta Women's Week menerima mandat dan mengemban tugas selama setahun penuh, menjalankan enam bidang program CSR, yakni untuk perajin ikat, sosialisasi lagu anak Indonesia, pelestarian taman nasional di Maluku, pemberdayaan perajin keramik Yogyakarya, entrepreneurship di kalangan remaja, dan kampanye kanker serviks.

"Perempuan muda riskan terkena kanker serviks. Kalangan muda inilah yang ingin saya tuju nantinya. Saya juga ingin berbagi healthy living yang saya dan ibu saya lakukan selama ini," kata Olivia, gadis kelahiran Denmark, 19 tahun silam.  (Jeprima/Nurfahmi Budi)

Baca selengkapnya di koran digital TRIBUN JAKARTA


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.