Haruskah Berkorban Pekerjaan Demi Suami?

Tanya:
Mas Hilbram, saya dan kekasih saat ini sedang menjalani LDR dan kami berencana  menikah. Jika menikah dengannya nanti, saya harus ikut tinggal dengannya di luar kota dan resign dari pekerjaan saya di Jakarta. Yang saya takutkan adalah kalau saya akan sulit mencari pekerjaan di luar kota nanti. Lagi pula gajinya pasti tidak akan sebesar di Jakarta, dan pekerjaan saya sekarang ini gajinya sangat memuaskan. Sejujurnya saya tidak ingin meninggalkan pekerjaan ini, tapi saya juga tidak mau tetap LDR setelah menikah. Dan kekasih juga tidak mungkin pindah ke Jakarta karena ia memang ditempatkan di luar kota dan pekerjaannya juga cukup bagus. Mana yang harus saya korbankan?
Renia, 26 tahun, Jakarta

Jawab:

Hai Renia,

Cinta memang (sering) membutuhkan pengorbanan untuk mencapai kesejatiannya.

Untuk Renia, pengorbanannya adalah jarak atau pekerjaan. Jarak adalah salah satu tantangan terberat dalam sebuah hubungan, karena ada kecenderungan yang jauh akan tergantikan yang dekat, sehingga harus ada usaha ekstra untuk bisa tetap dekat walau jarak memisahkan. Sementara pekerjaan merupakan bentuk cinta lain dalam hidup kita. Di sinilah pilihan itu terjadi.

Coba Reina pikirkan mana yang lebih berbahaya dalam hubungan pernikahan: jarak yang memisahkan atau pekerjaan yang tidak sesuai keinginan?

Kalau alasannya adalah uang, apakah uang sebanyak sekarang tidak bisa didapat di luar kota? Mungkin tidak langsung sebesar sekarang tapi dengan berjalannya waktu ditambah dukungan dan kedekatan suami, Reina bisa tersemangati untuk bekerja lebih keras dan cerdas sehingga segera mendapatkan penghasilan yang sama bahkan melebihi yang sekarang. Belum lagi kalau ternyata di tempat yang baru nanti ada berbagai kesempatan pekerjaan yang bisa Reina lakukan, sehingga semakin menjanjikan untuk menambah pemasukan keluarga.

Setelah menikah, kebersamaan dalam membangun keluarga adalah rejeki terbesar yang bisa didapatkan.

Terima kasih sudah berbagi.

Stay In Love,

@HilbramDunar

Pembawa acara TV dan Radio
Penulis buku “Plastic Heaven – bukan cinta jika tak meneteskan airmata, karena sedih luar biasa atau bahagia tak terhingga.”
Buku "Plastic Heaven" bisa didapat di sini.


***

Punya pertanyaan seputar masalah asmara, kesehatan, kecantikan, keuangan, atau fashion? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com





BACA JUGA:

Sudah menikah masih LDR, mungkinkah langgeng?
Kiat bertahan dalam hubungan jarak jauh
Pentingnya jaga jarak dalam hubungan
Jika penghasilan suami lebih kecil
Alasan pria tak nyaman dengan wanita bergaji lebih besar

Memuat...

Tanya Dokter

  • Makanan Penghilang Sakit Kepala
    Makanan Penghilang Sakit Kepala

    Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan yang dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit kepala Anda. …

  • Kehamilan Setelah Keguguran
    Kehamilan Setelah Keguguran

    Keguguran pada kehamilan biasanya terjadi sebelum usia kandungan 20 minggu. Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran? Dan, mengapa seseorang yang ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran harus menunggu selama tiga bulan? …

  • Mitos dan Fakta Antibiotik
    Mitos dan Fakta Antibiotik

    Banyak mitos-mitos yang beredar mengenai antibiotik yang sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu. …

  • Segudang Manfaat Teh Hijau
    Segudang Manfaat Teh Hijau

    Dibalik rasanya yang lezat, teh hijau atau green tea rupanya juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk tubuh …

  • Makanan Penurun Kolesterol
    Makanan Penurun Kolesterol

    Jika ingin sehat, Anda memang diharuskan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menjauhi makanan yang dilarang. …

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.