Hindari 'Musuh' Kenikmatan Bercinta

Ghiboo.com - Sebelum melakukan pemanasan dengan pasangan, katakan juga kalau mulai hari ini ada peraturan baru: no mobile phone and no TV.

No TV, please!


Memang benar, menikmati serial televisi favorit sambil beristirahat melepas lelah, atau bahkan menonton x-rated movie yang superhot bersama pasangan mendukung sesi pemanasan sebelum bercinta. Tapi kali ini, sebaiknya? Anda tidak meyentuh remote televisi sama sekali!


Alasannya? Agar fokus perhatian Anda dan si dia tidak terpecah oleh tayangan yang ada di televisi dan suara yang ditimbulkannya. Fokuskan perhatian Anda pada dirinya dan biarkan Anda berdua saling mendengar desahan masing-masing yang kian mengeras ketika the big O semakin dekat merasuki tubuh Anda. Kalau sudah begini, yakinlah kalau Anda dan si dia pasti akan cepat terangsang. Oughh yes, baby!

Hello and Goodbye


Menurut penelitian di Karolinska Institute, Uppsala University, dan Wayne State University, telepon selular mengeluarkan radiasi yang menghambat kemampuan seseorang untuk tidur. Dan seorang profesor Swedia, Bengt Arnetz, juga mengungkapkan bahwa radiasi dari telepon seluler justru mengaktifkan sistem stres pada otak.

So, mulai sekarang letakkan semua peralatan komunikasi Anda di ruang kerja, and leave it there only! Bercintalah tanpa gangguan sms, BBM, atau email dari kantor yang masih 'memanggil' walaupun sudah lewat jam kerja. Jangan lagi memeriksa apakah ada balasan twit dari sahabat, apakah proposalnya sudah diterima oleh si bos, atau apakah ajakan party untuk weekend depan dari teman-teman kantor.

Just stop it! Lebih baik gunakan jari-jari Anda untuk menggelitik tubuhnya, memijat lehernya yang menegang, dan (pastinya) untuk menemukan titik-titik kelemahannya. Selanjutnya, buat dia 'menyerah' di tangan Anda. Score!


(Cosmopolitan Indonesia edisi Agustus 2012)

BACA JUGA:

Lima mimpi seks lelaki
Tidur tengkurap bikin mimpi basah?
Kecanduan seks, berikut tandanya
Berciuman lebih penting dari seks
3 rahasia tingkatkan gairah seks

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.