Inilah Cara Memilih Dot yang Aman untuk Bayi

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak pilihan dot untuk bayi Anda di pasaran. Namun, Anda harus berhati-hati saat memilih dot untuk sang buah hati. Pasalnya, ada dot yang bisa membahayakan kesehatan bayi Anda.

Menurut dokter ahli kanker anak, dr Edy Tahuteru, SpA(K), dot yang paling sehat adalah dot yang terbuat dari bahan yang bukan karsiogenik. Dot dengan bahan lateks, yang biasanya berwarna kuning, kata dia, jika terkena panas bisa bersifat karsiogenik.

“Jika dikonsumsi oleh anak, lama-lama bisa menumpuk jadi kanker saat dia besar nanti,” ujarnya pada Republika, di Jakarta, Jumat (13/1). Padahal, menurutnya, dot itu pasti selalu kena panas.

Lalu apa solusinya?  dr Edy menyarankan Anda untuk memilih dot yang berwarna putih. “Bahannya biasanya dari silikon, yang tak mengurai jika terkena panas,” tuturnya.

Selain dot, plastik yang digunakan untuk minum juga perlu diperhatikan. Plastik yang dijadikan bahan untuk gelas atau alat lain, harus diperhatikan apakah itu aman jika kena panas atau tidak. Misalnya saja plastik untuk kemasan air mineral, itu hanya bisa digunakan sekali pakai saja. “Food grade-nya hanya 1,” ujarnya.

Plastik seperti ini, jika terkena panas, bahan-bahan kimianya akan mengurai, dan akhirnya masuk terkonsumsi oleh kita. “Itu bisa jadi penyebab kanker,” ujarnya.


Gejala kanker karena makanan karsiogenik itu, tak bisa langsung terlihat. Paling tidak jika sejak kecil kita menggunakan bahan yang salah, akibatnya akan menumpuk banyak, dan saat dewasa nanti kanker baru muncul.


BACA JUGA:

Agar ibu tak tularkan HIV/AIDS pada bayinya
Hati-hati diabetes mellitus menyerang bayi
Tren nama bayi di 2012
Bayi prematur berpeluang menderita autisme lima kali lebih besar
Bayi sering ingin muntah, kenapa ya?

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.