Jangan Anggap Sarung Itu Kuno

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 menggelar "Mobbed Sarung", Kamis (22/11/2012), di Epicentrum Walk, Jakarta.

Acara yang berisi mengangkatkan sarung Indonesia dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu. Selanjutnya acara diisi oleh tarian yang dilakukan oleh penari, pelaku fashion, dan kalangan media dengan memakai sarung. Tarian diiringi oleh band cutting edge "Kunokini".

"Sarung itu asli Indonesia, kita ingin mengembalikan sarung ke anak muda agar lestari," ujar Mari Elka dalam sambutannya.

Menurut Mari Elka, melestarikan sarung berawal dari diri sendiri. Jangan menganggap sarung kuno, karena pemakaian sarung tidak hanya dengan cara tradisional. Tetapi dapat juga dimodifikasi, agar terlihat gaya dan gaul.

"Kalau banyak peminat, banyak pemakai, dan berapa banyak tenaga kerja yang diserap dalam usaha sarung, potensi ekonominya luar biasa," lanjut Mari Elka.

Saat penghujung pertunjukkan tari, Mari Elka pun ikut menari. Bahkan Bhismo, vokalis Kunokini, mengajak Mari Elka duet lagu "Rasa Sayange".

"Hidup sarung Indonesia. Bring sarung to the world," pungkasnya.

Kegiatan PPKI 2012 diselenggarakan sejak 21 - 25 November, dengan menampilkan 34 pertemuan, 23 atraksi permainan, 11 pertunjukkan, serta lima demo masak. Acara dibuka untuk umum.

Koran Futuristik dan Elegan
Fashion
  • Nycta Gina Tampil Beda dengan Hijab
  • Ini Bukti Fashion Indonesia Siap Mendunia Saingi Prancis
  • Lihatlah Uniknya Tas Hula Hoop Ini, Tapi Harganya Nggak Lucu
  • Pameran Mutumanikam Nusantara Indonesia Kembali Digelar
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.