Kekasih Tak Mau Diputuskan

Tanya:
Saya memiliki seorang pacar yang sudah berkali-kali saya putuskan tapi dia selalu tidak mau, padahal saya sama sekali sudah tidak menginginkan hubungan ini. Saya capek jika dia terus memaksa untuk tetap bersama saya sedangkan saya sudah amat sangat merasa tidak ada kenyamanan dan kecocokan. Dia terus memaksa sampai menongkrongi saya dari sore hingga pagi. Saya sampai malu dengan keluarga saya. Dia memang lelaki yang baik namun sama sekali tidak memahami diri saya, yang dia paksakan hanya pemahaman bahwa jika saya bersamanya dan mencoba lagi, maka cinta akan tumbuh lagi. Padahal hal itu terus berulang. Saya juga tidak mungkin menggandeng lelaki lain di depannya karena itu akan menyakitinya. Bingung! Harus gimana ya?

Mela

Jawab:
Hai Mela,

Cinta memang tidak bisa dipaksakan. Cinta harus diberikan kebebasan untuk tumbuh dalam kedamaian.

Menyiksa sekali rasanya kalau berada dalam kondisi harus memaksakan atau dipaksakan cinta. Untuk itu perlu ketegasan. Tapi bukan berarti secara kejam memutuskan untuk meninggalkan seseorang yang sayang pada kita dengan seenaknya saja lho.

Berikan penjelasan kepada dia apa yang selama ini mengganggu dan tidak Mela sukai, sehingga rasa cinta yang dulu ada sekarang menghilang. Lalu berilah dia kesempatan untuk memperbaiki diri agar hubungan bisa kembali hangat. Apabila dia tetap tidak berubah, berarti harus dengan tegas bersikap untuk mengakhiri hubungan cinta yang ada.

Berikan sikap yang tegas kalau cinta memang sudah berakhir dan tidak bisa dipaksakan lagi, kalau perlu Mela meminta kepada keluarga untuk mendukung sikap ini. Sehingga kalau dia datang (menunggu) ke rumah, keluarga juga bisa menasehatinya untuk menjauh karena tindakannya membuat Mela tidak merasa nyaman.

Dalam kondisi ekstrem, Mela mungkin harus menghilang dulu darinya, tidak menerima pesan dan menerima teleponnya dulu sampai keadaan lebih tenang. Tapi tetap harus menghormatinya kalau dia hanya ingin berteman.

Ucapannya tentang harapan cinta yang kembali tumbuh apabila terus bersama dan kembali mencoba, memang ada benarnya. Tapi harus ada batas waktu sampai kapan terus bersama dan sejauh mana mencoba. Untuk dua hal ini, hanya Mela yang bisa mengaturnya.

Terima kasih sudah berbagi.

Stay In Love,

@HilbramDunar
Pembawa acara TV dan Radio
Penulis buku “Plastic Heaven – bukan cinta jika tak meneteskan airmata, karena sedih luar biasa atau bahagia tak terhingga.”

Buku "Plastic Heaven" bisa didapat di sini.


***

Punya pertanyaan seputar masalah kecantikan, fashion, keuangan, asmara, atau kesehatan? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com




BACA JUGA:

Memutuskan kekasih dengan cara baik-baik
Lima tanda sudah waktunya putus
Empat manfaat baik putus cinta
7 hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah putus
6 hal yang tak boleh dilakukan saat bertemu pacar

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.