Langkah Awal Mengaktifkan Saham

Saat ini Indeks Harga Saham Gabungan berada pada angka 3900-4100. Ini salah satu hal yang menunjukkan bahwa ekonomi Republik Indonesia sedang mengalami pertumbuhan. Sebagai bagian dari bangsa ini tentunya kita cukup bangga terhadap perkembangan dan pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Akan tetapi berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, diketahui bahwa dari penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 230 juta jiwa, hanya sebagian kecil saja yang sudah melakukan investasi secara langsung di saham terutama lewat Bursa Efek Indonesia, yaitu sekitar 0.2% saja.

Investasi saham dapat dikategorikan sebagai salah satu aset aktif, yang berarti aset yang dapat menghasilkan pendapatan. Sedangkan orang yang berinvestasi dapat terbagi menjadi dua yaitu sebagai trader atau sebagai Investor. Perbedaannya, trader melakukan aktivitas jual-beli saham untuk jangka waktu yang pendek, misalnya dalam waktu harian paling lama maksimal 1 minggu atau bahkan secara per-jam. Apabila keuntungan sudah terealiasai maka akan dieksekusi untuk dilakukan penjualan. Sedangkan investor melakukan pembelian saham yang kemudian disimpan dan dijual untuk jangka waktu yang lebih lama, misalnya tahunan.

Nah, sebelum memulai menjadi seorang investor saham, terlebih dahulu anda harus mengetahui profil resiko. Hal ini menjadi penting untuk mengetahui kemampuan menerima risiko kerugian apabila terjadi penurunan yang tajam dari pasar saham atau saham itu sendiri. Setelah mengetahui secara jelas tipe profile anda, berikut adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang trader atau investor saham:


1. Pastikan dana yang diinvestasikan merupakan DANA ‘MENGANGGUR’, BUKAN dana yang kita gunakan untuk biaya keseharian kita.

2. Belilah saham perusahaan yang berprospek dan punya fundamental keuangan yang baik.

3. FOKUSlah hanya pada beberapa saham saja.

4. Mengikuti informasi perkembangan pasar modal.

5. Mau untuk belajar terus menerus.


Perlu diketahui juga bahwa jika anda ingin berinvestasi secara langsung di saham, diperlukan dana yang cukup besar. Dana ini digunakan untuk melakukan pembelian awal suatu saham. Memang dari investasi saham ini kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup menggiurkan, akan tetapi perlu diingat juga bahwa kerugian yang cukup besar dapat terjadi apabila anda salah dalam menentukan pilihan saham.

Bagaimana, apakah Anda sudah siap?


Sugianto A. Boediman, CFP®
QM Planner

***

Punya pertanyaan masalah asmara, keuangan, fashion, atau kecantikan? Kirim pertanyaanmu ke tanyaahli@yahoo-inc.com

BACA JUGA:

Tertarik main saham, apa yang harus dilakukan?
Memilih sumber passive income yang tepat
Agar aset properti lebih menguntungkan
Kelebihan dan kekurangan asuransi investasi
Plus minus investasi reksadana
Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.