Lenny Agustin Butuh Bantuan

Ghiboo.com - Dunia fashion Indonesia pasti kenal nama Lenny Agustin. Desain-desainnya yang begitu segar, dan penuh warna membuat pemilik label Controverchuc dan Lennor ini, makin digemari oleh para stylita tanah air dan dunia.


Tidak heran, rancangannya, kini menembus pasar Asia dan Australia dan Eropa. Permintaan untuk pasar busana langsung jadi ataupun asesories pelengkap seperti tas hand made buatannya selalu meningkat dalam dua tahun terakhir ini.


Sayanya, perancang yang gemar bermain warna dengan gaya kebaya ini memiliki kendala. Salah satu kendalanya adalah tidak bisa memenuhi permintaan pasar secara cepat, akibat kekurangan tenaga dalam proses pembuatan busana dan asesories dari fashion yang dibawakannya.


"Jujur saja, saat ini permintaan pasar pakaian jadi dan asesories seperti tas hand made makin meningkat. Namun saya terkendala dengan tenaga, tenaga untuk pembuat kurang," ungkap Lenny yang kini sedang giat-giatnya mendukung aksi anti trafficking di Indonesia.


Wanita cantik yang hobi mewarnai rambut ini, berharap agar para korban trafficking selain diberdayakan langsung dalam shelter-shleter, mereka juga bisa diikutkan dalam program pekerjaannya.


"Mereka semua pasti butuh dukungan dan pekerjaan," tambah Lenny lagi.


Dan tidak perlu menunggu lama, hal ini langsung mendapat respon positif dari beberapa LSM perempuan, yang memandang hal tersebut sebagai kegiatan positif yang bermakna.


"Kenapa tidak, itu memberdayakan mereka," tambah Vivi George salah satu LSM.


Jadi langkah berani Lenny ini patut kita ancungi jempol, dan berharap menjadi contoh yang baik bagi para desainer tanah air lainnya.




Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.