Lima Alasan Ilmiah Kenapa Wanita Sulit Turunkan Berat Badan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perempuan terkadang merasa sulit menurunkan berat badan dibandingkan laki-laki. Ternyata, itu bukanlah sekedar perasaan. Banyak faktor ilmiah yang menyebabkan perempuan lebih sulit untuk membakar lemak tubuh dibandingkan laki-laki.

Inilah alasan wanita sulit menurunkan berat badan.

1. Wanita memiliki lebih banyak lemak dibandingkan otot
Perempuan lebih banyak memiliki lemak dibandingkan otot di dalam tubuh. Jaringan otot bersifat lebih aktif dari jaringan lemak. Kalori yang tersimpan dalam otot lebih mudah terbakar. Pria yang memiliki jumlah otot lebih banyak dibandingkan wanita lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

Dibandingkan lelaki, jumlah lemak yang ada pada tubuh perempuan hampir mencapai dua kali lipatnya. Sebagai calon ibu, lemak ini penting diperlukan untuk membantu ketika hamil dan menyusui.

2. Distribusi lemak
Distribusi lemak pada perempuan dan pria juga berbeda. Perempuan lebih banyak memiliki lemak di bagian bawah tubuh. Sementara itu, lelaki menumpuk lemaknya di tubuh bagian atas.

Ada perbedaan sifat lemak yang cukup mendasar tergantung dari letaknya di dalam tubuh. Lemak bagian atas lebih cepat terbakar dibandingkan lemak tubuh bagian bawah. Hal ini bisa diuji pada wanita yang sedang diet. Penurunan berat badan cenderung diamati dari pengukuran tubuh bagian atas yang lebih mudah mengecil.

3. Perempuan memiliki bentuk tubuh lebih kecil dari pria
Umumnya, wanita memiliki perawakan yang cenderung lebih kecil dibandingkan pria. Ukuran tubuh yang lebih besar membuat pria lebih mudah kehilangan panas tubuh. Hilangnya panas tubuh dapat meningkatkan metabolisme. Sehingga, hal tersebut mudah menurunkan berat badan.

4. Hormon tubuh
Secara alami, hormon pria membantu menurunkan berat badan. Testosteron dan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan tingkat metabolisme. Hormon itu bisa meningkatkan massa otot tubuh. Karena pria menghasilkan lebih banyak testosteron  dibandingkan perempuan, mereka cenderung membakar lemak lebih banyak daripada wanita.

Selama kehamilan dan siklus menstruasi, sel-sel lemak dalam tubuh wanita mempertahankan jumlah air akibat perubahan hormonal. Adanya kandungan air dalam lemak membuat sel-sel lemak memperbesar. Alhasil, adanya air menyebabkan metabolisme lemak menjadi sulit dilakukan oleh wanita.

Hormon progesteron yang diproduksi oleh perempuan juga memicu rasa lapar. Tak hanya itu, progesteron membuat wanita merasa mengantuk dan kurang berolahraga. Sehingga, hal tersebut semakin memicu kenaikan berat badan.

5. Faktor kehamilan
Sel-sel lemak berkembang biak dan berkembang selama kehamilan. Setelah kehamilan, sel-sel lemak masih ada dalam tubuh. Setiap kali tubuh makan makanan yang berlebih, sel-sel lemak akan semakin luas dan membuat berat badan bertambah.

 

 


Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.