Masih PDKT Tapi Beda Agama

Tanya:
Saya sedang PDKT sama seorang pria dan saya benar-benar menginginkan untuk bersamanya. Respon dari dia pun positif dan kami sudah mulai dekat dan sering jalan bareng. Namun masalahnya kami berbeda keyakinan. Kata teman-teman saya lebih baik tidak dilanjutkan karena kalau sudah pacaran dan serius akan lebih susah jika ternyata harus diakhiri, tapi saya benar-benar ingin melanjutkan PDKT dan jadi pacarnya. Bagaimana menyikapi masalah ini?
Rossa, 21 tahun

Jawab:
Hai Rossa,

Dalam sebuah hubungan, perbedaan memang pasti ada dan terkadang malah membuatnya semakin indah. Tapi perbedaan keyakinan lebih sering menghasilkan kerumitan yang biasanya malah akan menghabiskan energi cinta yang ada.

Rossa memang masih muda dan mungkin belum berpikir jauh akan akan seserius apa hubungan ini nantinya. Tapi yang harus diingat adalah konsekuensi besar yang harus Rossa jalankan apabila hubungan ini menjadi semakin serius.

Rossa juga perlu berdiskusi dengan orang tua, karena merekalah yang harus memberikan restu kalau hubungan ini berlanjut.

Jangan memaksakan kehendak atas nama nafsu yang berlindung dibalik kata cinta.

Cinta memang sering melumpuhkan logika, sehingga kadang hanya penyesalan yang tersisa.

Oleh sebab itu paksakan dulu logika bekerja, lalu baru ambil keputusan yang tercipta. Apapun jawabannya pastikan ada kedewasaan dan tanggung jawab. Bukan hanya untuk kalian berdua, tapi juga untuk keluarga.

Terima kasih sudah berbagi.

Stay In Love,

@HilbramDunar
Pembawa acara TV dan Radio.
Penulis buku “Plastic Heaven – bukan cinta jika tak meneteskan airmata, karena sedih luar biasa atau bahagia tak terhingga.
Buku "Plastic Heaven" bisa didapat di sini.

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.