Menelusuri Sejarah Kopitiam

Ghiboo.com - Kopitiam, restoran bergaya Cina jaman dulu yang sangat populer.


Kopitiam hadir dengan berbagai nama dan berbagai tempat di dunia.


Kopitiam yang berarti "kedai kopi", diambil dari bahasa Malay.


Kopi yang berarti kopi dan bahasa dialek Hokkien untuk tiam yang berarti kedai ini berasal dari tanah Malaysia dan Singapura yang waktu itu masih diduduki Koloni Inggris.


"Kopitiam itu berasal dari kata Kopi dan Tiam yang artinya kedai kopi, mereka hanya menyajikan kopi, teh, roti bakar untuk sarapan," ujar Agung, Head Store Kopitiam Tan di bilangan SCBD, Selasa (5/2).


Pada zaman koloni Inggris itu, banyak warga keturunan Cina yang mencoba untuk hidup di tanah Malaysia dan Singapura. Berbagai warga keturunan Cina bekerja sebagai buruh tambang dan industri untuk dapat menghidupi keluarga mereka. Namun, tak sedikit pula yang bekerja menjadi juru masak untuk para tentara koloni Inggris pada saat itu.


Warga keturunan Cina yang bekerja sebagai juru masak tentara pada saat itu mendapatkan pembelajaran bagaimana memasak hidangan ala barat yang disukai para tentara Inggris. Hidangan seperti telur rebus, roti panggang, sup jamur dan kopi menjadi salah satu menu yang dipelajari pada saat itu.


Tak lama setelah pendudukan kolonial Inggris tersebut, berbagai warga keturunan Cina pada akhirnya dapat mendirikan kedai mereka sendiri. Dimana kedai tersebut menyajikan hidangan-hindangan ringan ala barat sebagai sarapan.


Hal inilah yang menjadi dasar terciptanya Kopitiam yang hadir di berbagai tempat di dunia termasuk di Indonesia. Sekaligus hal inilah yang menjadi cikal bakal budaya meminum kopi di Malaysia dan Singapura.


Kopitiam yang awalnya hanya menyajikan hidangan untuk sarapan seperti kopi, teh dan roti bakar semakin lama berkembang menjadi sebuah restoran yang tidak hanya menyajikan hidangan ringan, bahkan tak sedikit kopitiam yang menyewakan tempatnya untuk para pedagang yang menjual hidangan berat.


Hidangan khas Cina dan peranakan pun disajikan guna mendapatkan pelanggan yang lebih banyak untuk mendapatkan keuntungan seperti char kway tiao, mie hokkien dan nasi lemak.


"Seiring berjalan waktu, kopitiam menambahkan sajian khas Cina," tambah Agung.


Setelah pendudukan koloni Inggris, perkembangan kopitiam di Malaysia dan Singapura menjadi berbeda. Perkembangan kopitiam di Malaysia menjadi lebih spesifik, sehingga kopitiam disebut sebagai resto yang hanya dijajakan oleh warga keturunan Cina. Sedangkan di Singapura, perkembangan kopitiam menjadi lebih luas, penjaja kopitiam dapat berasal dari warga manapun.


Sajian yang dihidangkan kopitiam di Malaysia pun hanya berkisar hidangan Cina Malaysia, sedangkan di Singapura berbagai hidangan bahkan hidangan India pun disajikan.


Berbagai kopitiam pun hadir di Indonesia, dengan menyajikan hidangan ringan dan melayu "peranakan" sebagai sajiannya. Seperti salah satu kopitiam yang berada di bilangan SCBD, Kopitiam Tan.


Memuat...

Tanya Dokter

  • Makanan Penghilang Sakit Kepala
    Makanan Penghilang Sakit Kepala

    Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan yang dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit kepala Anda. …

  • Kehamilan Setelah Keguguran
    Kehamilan Setelah Keguguran

    Keguguran pada kehamilan biasanya terjadi sebelum usia kandungan 20 minggu. Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran? Dan, mengapa seseorang yang ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran harus menunggu selama tiga bulan? …

  • Mitos dan Fakta Antibiotik
    Mitos dan Fakta Antibiotik

    Banyak mitos-mitos yang beredar mengenai antibiotik yang sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu. …

  • Segudang Manfaat Teh Hijau
    Segudang Manfaat Teh Hijau

    Dibalik rasanya yang lezat, teh hijau atau green tea rupanya juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk tubuh …

  • Makanan Penurun Kolesterol
    Makanan Penurun Kolesterol

    Jika ingin sehat, Anda memang diharuskan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menjauhi makanan yang dilarang. …

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.