Mengintip Kecanggihan dan Nyamannya Naik MRT di Singapura

.

Singapura terkenal dengan SMRT yang melingkar di seluruh negara itu. Awalnya pembuatan MRT ini antara Yiou Chu Kang dan Toa Payoh yang pertama kali dibuka pada tahun 1987 dan merupakan sistem metro tertua kedua di Asia Tenggara setelah light rail transit (LRT) di Manila, Filipina. Sistem ini kemudian berkembang dengan jalur kereta api sebagai tulang punggung (backbone) sistem transportasi di Singapura dengan rata-rata mengangkut penumpang 2,4 juta per hari pada tahun 2011. MRT di Singapura ini menggunakan jalur terpadu, artinya, dengan satu kartu, Anda bisa menggunakan bus dan kereta api.

Jika pemerintah Jakarta ingin mengembangkan MRT sebagai sarana transportasi massal bagi warga maka tak ada salahnya belajar dari Singapura bagaimana menciptakan layanan yang aman, efektif, dan praktis.

Bagi yang suka berkunjung ke Singapura, MRT bukan lagi barang baru. Namun, untuk yang baru pertamakali akan mencoba MRT hal yang perlu diketahui adalah memiliki peta Singapura yang banyak tersedia di bandara internasional Changi dan hotel-hotel serta sejumlah penginapan secara gratis.

Boleh dikatakan, MRT ini sangat nyaman dan bersih serta sophisticated. Anda dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam. Di dalam MRT, Anda tak usah khawatir terlewatkan satu stasiun karena jalur-jalur keberangkatan secara otomatis terpampang di bagian atas dan pengumuman next station di mana MRT tersebut akan berhenti.

Menariknya, hampir seluruh stasiun MRT di Singapura berada di mal-mal besar antara lain seperti Bugis Junction, City Hall, Orchard, Esplanade, ataupun Vivo City Mall. Selain Singapura sangat ramah terhadap para pedestrian, Anda pun tak harus lelah mencari stasiun terdekat karena kebanyakan berada di lokasi yang mudah dijangkau.

Yang paling mengesankan adalah ketika menunggu di stasiun. MRT menyediakan layar besar yang mengumumkan kedatangan kereta. Tak usah takut ketinggalan atau tak mendapatkan tempat karena kereta datang setiap tiga menit atau empat menit sekali.

Satu hal yang harus diingat secara mendetail adalah peta SMRT. Ada lima jalur warna masing-masing North South Line (merah), East West Line (hijau), Nort East Line (ungu),  Circle Line (oranye), dan LRT line/interchange (abu-abu).

Sebagai contoh. Jika Anda baru saja tiba di Bandara Internasional Changi dan hendak menuju ke kawasan Bugis Street maka Anda segera ke terminal 3 dan membeli tiket. Saat itu, Anda berada di jalur hijau. Ketika tiba di stasiun Tanah Merah (EW4), Anda akan turun dan berpindah ke arah jalur Joo Koon. Kereta akan melewati Stasiun Bugis (EW12) dan singgah di sana.

Lalu, jika Anda ingin menuju ke Marina Bay (NS27) dari arah Bugis, Anda naik jalur hijau hingga ke Raffle Place, dari sini kemudian berpindah ke jalur merah menuju ke Marina Bay. Kalau Anda menghabiskan waktu selama sepekan di Negeri Singa itu, ada baiknya memiliki kartu EZ-Link. Dengan pembelian awal 10 dollar SG atau sekitar Rp 78 ribu (kurs Rp 7.800 per dolar SG), Anda memiliki lima dollar SG untuk naik transportasi ke mana saja karena lima dollar untuk harga kartu. Tak perlu khawatir karena di setiap stasiun, ada petugas yang akan memberikan petunjuk. Harga tiket satu kali perjalanan juga terpampang di setiap stasiun di mesin tempat pembelian tiket. Misalnya, perjalanan dari Marina Bay ke Bugis sekitar 0.88 dollar SG (Rp 6.900).

Dengan penduduk sekitar 5.183.700 juta jiwa tahun 2011, berdasarkan data World Bank, sarana ini benar-benar memberikan kenyamanan dan kemudahan warga Singapura yang bekerja berpacu melawan waktu.

LIFESTYLE POPULER

  • Trend Busana Muslim Tahun Ini Dipredikasi Makin Simpel…
  • Foto Artis: 22 Foto Cinta Laura
  • Cinta Laura Punya Ide Bisnis Begini Sepulang dari…
  • Bedah Rahasia Wanita Jepang Bertubuh Singset
  • Menata Kamar Anak Tak Perlu Ribet, yang Simpel…
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.