MERS, Virus Kelelawar yang Renggut Puluhan Jiwa

Baru-baru ini beberapa negara di Timur Tengah di gegerkan dengan penemuan virus mematikan yang berasal dari seekor kelelawar. Virus tersebut diberi nama Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

MERS,-Virus-Kelelawar-yang-Renggut-Puluhan-Jiwa

Virus yang ditemukan di negara-negara seperti Yordania, Qatar dan Arab Saudi ini memiliki gejala yang mirip dengan flu seperti yang sering kita jumpai. Beberapa sumber mengatakan bahwa virus ini telah membunuh lebih dari 45 orang di seluruh dunia.

Peneliti menganggap bahwa virus MERS tampaknya ditularkan dari kelelawar pemakan serangga, dan mulai menginfeksi kelelawar lainnya hingga sampai pada manusia.

Dr. W. Ian Lipkin, direktur Center for Infection and Immunity, Mailman School of Public Health, Columbia University mengatakan, “Ada beberapa laporan penemuan virus mirip MERS pada binatang-binatang tertentu. Tapi tak ditemukan kecocokan genetik. Namun dalam kasus ini kami memiliki virus pada binatang yang ternyata identik dengan rangkaian virus yang ditemukan pada kasus manusia pertama,” seperti dikutip Foxnews.

mers

Pernyataan Lipkin tersebut menyusul hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa virus yang ditemukan pada salah satu kelelawar terbukti 100 persen identik dengan virus MERS yang menjangkiti manusia.

Selain virus MERS, kelelawar juga dianggap sebagai hewan yang menularkan berbagai virus mematikan seperti, rabies, SARS, gangguan pernapasan akut, yang diperkirakan telah merenggut korban jiwa lebih dari 750 orang di Asia Tenggara antara 2002-2003.

Untuk mengurangi penyebaran virus-virus tersebut, peneliti masih berusaha melakukan kajian mendalam dengan melanjutkan pencarian virus pada berbagai jenis binatang di sekitar penyebaran virus MERS pertama. (dan)

BACA JUGA : Minum Alkohol Saat Hamil Bisa Turunkan IQ Anak

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.