Minum Alkohol Merusak Fisik dan Mental

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Bagaimana alkohol bisa merusak tubuh? Yuk simak penjelasan
dr Sri Rusmanti Mkes, Konsultan Gizi Klinik Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Solo.

Alkohol, dalam pengertian sehari-hari disebut etilalkohol (etanol) yang berasal dari peragian anggur, ketan, singkong, tebu dan sumber nabati lain. Alkohol termasuk senyawa yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan fisik maupun mental. Meski sebagian besar masyarakat sudah mengetahui tentang bahaya minuman ini, namun di pasaran minuman ini tetap laku keras.

Saat seseorang meminum alkohol, zat yang terkandung di dalam alkohol akan diserap lambung. Kemudian masuk ke dalam aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh, sehingga menyebabkan terganggunya sistem di dalam tubuh. Setelah diminum, alkohol diserap ke dalam darah melalui perut. Namun begitu, jalan utama alkohol masuk ke dalam darah yaitu melalui usus kecil. Kemudian dibawa ke jantung dan menyebarkan darah beralkohol tadi ke seluruh tubuh.

Berat tubuh, usia, gender juga bisa memengaruhi besar kecilnya risiko mengonsumsi minuman beralkohol. Alkohol dapat mengakibatkan gangguan fisik yakni menimbulkan kerusakan hati, jantung, pankreas, peradangan lambung, otot saraf.

Beberapa efek lain dari mengonsumsi alkohol antara lain mual, muntah, cemas, sakit kepala, gemetar atau kejang. Peminum juga bisa terserang gangguan halusinasi, baik suara maupun penglihatan, nadi cepat atau tekanan darah tinggi, meningkatnya temperatur tubuh hingga penurunan kesadaran.

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan gangguan mental organik (GMO) yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Sehingga biasanya para alkoholik (pecandu alkohol) menjadi rentan terserang berbagai penyakit karena rendahnya daya tahan kekebalan tubuh. Penggunaan alkohol melampaui batas juga akan mengurangi kemampuan berpikir dan fungsi kerja organ tubuh lainnya.

Biasanya peminum alkohol juga akan menjadi lamban dalam berpikir atau bodoh, pelupa, dan mudah panik. Juga akan terjadi pembengkakan pembuluh darah yang bisa mengarah ke pecahnya pembuluh darah itu sendiri, sehingga berakibat kematian.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.