Pencegahan, Cara Ampuh Atasi Penyakit Kanker

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencegahan dianggap memiliki peranan penting bagi seseorang yang mempunyai potensi penyakit kanker. Hal ini kerap luput dari perhatian karena dinilai sepele.

"Orang-orang selalu berbicara mengenai pengobatan, namun jika kita melihat sejarah kanker, pencegahan memainkan peran utama dalam menurunkan beban penyakit kanker," ujar peraih Nobel tahun 1989 untuk genetik dasar kanker, Harold Varmus di RSCM, Jakarta, Senin(9/7/2012).

Menurut Varmus yang sering dijumpai adalah ketika seseorang menunjukkan gejala awal kanker, tetapi tidak ditangani secara serius.

Akibatnya pasien datang ke dokter dalam stadium lanjut atau dalam kondisi yang sudah parah.

Karena itulah, Direktur The US National Cancer Institute (NCI) ini menelurkan program unggulan dalam mencegah kanker, yaitu sebuah inisiatif baru guna mengatasi "pertanyaan provokatif". Menurut Varmus, semua pertanyaan provokatif yang dilayangkan melalui web NCI mengacu kepada cara baru pencegahan kanker.

"Apakah menggunakan aspirin untuk menyegah kanker pada saluran pencernaan, menurunkan faktor risiko seperti obesitas dan penggunaan tembakau," lanjutnya.

Varmus menegaskan bahwa kanker dapat dikendalikan. Caranya deteksi dini melalui pencegahan faktor risiko dan terapi konvensional seperti operasi. Pasalnya, sebelum sel kanker menyebar, dokter dapat memulihkan pasien secara lebih baik.

Berita Lainnya
  • Cegah Kanker ala Peraih Nobel: Stop Kebal-kebul Rokok!
  • AIA Financial Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis
  • Bulan Cegah Kanker Serviks Targetkan 6.000 Perempuan
  • Wartawan Tribunnews Juara Jurnalistik Kanker Serviks
  • Awas! Masturbasi Bisa Jadi Pemikcu Kanker Serviks
  • Pemerintah Daerah Perlu Program Pengendalian Kanker

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.