Rujak Serut Kadiman, Syahrini Maunya Yang Super 'Puedes'

TRIBUNNEWS.COM -- Hanya satu gerobak kecil, layaknya gerobak pedagang rujak pada umumnya, tampilaan rujak buatannya pun sama dengan yang lainnya. Tetapi rujak serut pak Kadiman ini tergolong istimewa, sejumlah artis menjadi pelanggannya.

Ya, rujak serut pak Kadiman yang biasa mangkal di depan Bakso Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Selatan ini tergolong banyak pelanggannya.

"Setiap saya makan bakso, saya selalu beli rujak pak Kadiman. Karena rasanya beda,  enak," kata Santi seorang karyawan bank di seputar Senayan mengakui keenakan rujak Kadiman.

Apa sih bumbu rahasianya? "Bukan rahasia," kata lelaki asal Jawa Timur itu. Sambal yang menjadi andalan rujak itu hampir sama dengan sambal rujak umumnya. Cuma saat mengulek dicampur pisang batu. Aroma getah pisang batu yang pekat itu membuat aroma sambal sangat khas.

"Tetapi cara meraciknya juga harus pas. Pernah dagangan saya serahkan kepada keluarga, ternyata pelanggannya nggak mau, katanya rasanya lain. Padahal bumbu-bumbunya sama," ujarnya.

Kadiman menjelaskan, bahan buah-buah seperti nenas, mangga, kedondong kadiman mengusahakan yang segar-segar. Satu bungkus rujak, Kadiman membanderolnya dengan harga Rp 10.000.

Karena khasnya itulah, meski harganya terbilang lebih mahal dibandingkan dengan jujak lainnya, rujak serut Kadiman ini tergolong laris dan memiliki pelanggan tersendiri. Menurut Kadiman, beberapa artis sering membeli rujak buatannya. Selain sekalian pada saat makan bakso yang berada di dekatnya mangkal, ada juga yang biasa secara sengaja datang ke tempatnya hanya untuk membeli rujaknya.

Bahkan artis Syahrini pun sering membeli dagangannya. Menurut Kadiman, biasanya Syahrini menyuruh sopirnya yang datang membeli rujaknya, sementara artis cantik itu biasanya menunggu di mobil. "Kalau mbak Syahrini yang beli, biasanya mintanya yang super 'puedes', Saya sudah hafal," ujarnya.

Meski pun terbilang cukup laris, Kadiman ogah mengungkapkan berapa omzet jualannya setiap hari. Dia berkilah, yang penting bisa memberikan makan keluarga setiap hari. "Sudah bisa beli ikan asin dan nasi setiap hari sudah bersyukur. Keuntungan tidak perlu diumbar kepada lain," ujarnya.

Meski demikian, kata tukang parkir yang biasa bekerja di lokasi itu, kalau hari tidak hujan, dagangan pak Kadiman selalu habis. "Pelanggannya banyak sekali, jadi biasanya belum sampai sore saja sudah habis," ujarnya.

baca juga:

  • Rasa Pedas dan Asam Berpadu Dalam Menu Pindang Baung
  • Cantiknya Puding Marmer Ini, Yuk Coba Resepnya
  • Anda Flu? Coba Cicipi Kuah Asam Ini dan Rasakan Khasiatnya

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.