Serba-serbi Batik Lasem

Lasem adalah adalah satu kota kecil yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Kota kecil ini merupakan satu dari tiga bandar pelabuhan penting di zaman Majapahit. Bandar ini juga menjadi tempat persinggahan awal dari bangsa-bangsa Cina yang kemudian menyebar ke Kudus, Demak dan wilayah-wilayah disekitarnya.

Konon, teknik batik juga masuk ke tanah Jawa melalui kota perdagangan ini. Dibawa oleh salah seorang anak buah kapal Laksamana Cheng Ho bernama Bi Nang Oen. Saking cintanya Bi Nang Oen dengan kota pelabuhan ini, ia kemudian memilih untuk tinggal menetap dan membawa istri serta anakanya untuk menetap disana. Dari istrinya inilah kemudian teknik batik masuk ke tanah Jawa. Nama Bi Nang Oen kemudian menjadi nama salah satu daerah di Lasem yaitu Binangun.

Kebudayaan Cina sangat kental terasa didaerah ini. Pengaruh Cina terlihat dari motif, sampai ke warna batik Lasem. Warna merah adalah ciri khas yang sangat terlihat mendominasi batik Lasem. Warna merah ini dijuluki sebagai abang getah pithik atau merah darah ayam.

Entah mengapa, warna merah yang dihasilkan oleh pembatik di Lasem bisa sangat berbeda dengan merah yang dihasilkan oleh daerah pembatik lainnya di Jawa. Ada yang mengatakan hal ini dikarenakan adanya kandungan mineral tertentu yang terdapat dalam air di daerah tersebut.

Lasem sangat termasyhur dengan produksi batiknya. Tidak hanya di Jawa, akan tetapi produksi batiknya juga diminati sampai ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Lombok, bahkan sampai ke Suriname.

Pembatik Lasem membuat motif yang berbeda-beda untuk masing-masing daerah tersebut. Disesuaikan dengan adat istiadat dan kesukaan mereka. Sebagai contoh, untuk konsumen Sumatera yang banyak memeluk agama Islam, motif jelamprang dengan dua sisi kain tumpal berwarna gelap dan terang.

Ada satu motif yang sangat identik dengan batik Lasem, yaitu motif Lokcan. Motif yang berisi sulur-suluran dengan aneka macam motif hewan penjaga dunia seperti naga, burung hong, kilin, kura-kura dan juga lambing banji. Motif ini digemari dari Bali, Lombok, sampai ke Sumba. Di Sumatera Barat, motif ini kemudian dimodifikasi warnanya menjadi warna coklat tanah, dari sinilah kemudian batik tanah liat mulai dikenal.

Selain warna merah yang sangat termasyhur, batik Lasem juga identik dengan latar Latohan dan juga latar batu pecah. Latohan adalah sejenis tanaman laut seperti ganggang yang memang mudah sekali dijumpai di pesisir pantai Lasem. Tanaman laut ini juga kerap dikonsumi masyarakat Lasem sebagai campuran urap.

Seperti namanya, batu pecah, motif ini memang berbentuk seperti pecahan batu kecil-kecil. Motif ini tercipta ketika Gubernur Deandles sedang membangun rute jalan pos Anyer-Panarukan. Proyek yang menelan banyak sekali biaya dan juga jiwa ini begitu membekas di hati masyarakat Lasem sehingga membuat mereka mengabadikannya dalam motif batik.

Sekali lagi, selain sarat dengan doa dan harapan selembar kain batik juga merupakan gambaran keadaan sosial masyarakatnya.

Pengaruh Cina yang sangat kuat selain terlihat dari motif batik Lasem juga bisa kita lihat tata warna Laseman. Tata warna batik Lasem mengingatkan kita akan benda-benda porselen dari Cina. Tata warna tersebut adalah:

Bangbangan: Ragam hias merah di atas dasar putih susu atau sebaliknya.

Kelengan: Ragam hias biru diatas latar putih susu atau sebaliknya. Batik Kelengan ini di beberapa tempat di pesisir Jawa juga dikenakan sebagai batik duka cita oleh etnis Tionghoa. Mereka memakai batik ini ketika melayat sanak/saudara yang meninggal.

Bang Biron: Ragam hias merah dan biru di atas latar putih susu

Bang Ijo: Ragam hias merah biru dan hijau di atas latar putih susu

Bang Ungon: Ragam hias merah dan ungu di atas dasar putih susu

Tidak hanya itu saja, apabila kita bicara soal batik Lasem, maka kita juga akan bicara soal batik tiga negeri. Bisa dibilang, pada zaman itu batik tiga negeri ini adalah Hermes-nya batik Jawa. Harganya yang selangit selain diakibatkan oleh motif yang sangat detail dan cantik, batik tiga negeri ini dicelup di tiga tempat (tiga negeri).

Warna merah dihasilkan oleh Lasem, Warna biru dihasilkan oleh Pekalongan atau Batang, dan sogan yang biasanya menjadi latarnya dihasilkan di Solo. Pada zaman itu, etnis Tionghoa biasa memakai batik Bangbangan. Sedangkan etnis Jawa, memakai batik sogan. Identitas ini menjadi semcam penentu status mereka.

Maka, ketika warna merah dan Sogan ini dicampur dalam satu kain dan diikat dengan warna biru serta diproses di tiga tempat, membuat harga kain batik ini menjadi mahal sekali. Seperti yang kita tau, harga mahal sudah pasti akan mendongkrak status si pemakai kain tersebut. Sehingga kain tiga negeri dalam waktu singkat menjadi kegemaran warga berada pada jaman itu.

Batik Lasem memang mudah membuat kesengsem. Namun kejayaan batik Lasem mulai pudar saat Jepang masuk ke Indonesia. Kesulitan bahan baku kain mori, membuat industri batik Lasem lumpuh. Kebutuhan pangan lebih penting dari pada sandang.

Semenjak itu batik Lasem seperti kehilangan pamor. Dan celakanya mereka seperti kehabisan tenaga untuk bangkit kembali dari keterpurukan ini.

Hal tersebut yang kemudian membuatnya langka sekarang.

Memuat...

Tanya Dokter

  • Makanan Penghilang Sakit Kepala
    Makanan Penghilang Sakit Kepala

    Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan yang dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit kepala Anda. …

  • Kehamilan Setelah Keguguran
    Kehamilan Setelah Keguguran

    Keguguran pada kehamilan biasanya terjadi sebelum usia kandungan 20 minggu. Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran? Dan, mengapa seseorang yang ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran harus menunggu selama tiga bulan? …

  • Mitos dan Fakta Antibiotik
    Mitos dan Fakta Antibiotik

    Banyak mitos-mitos yang beredar mengenai antibiotik yang sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu. …

  • Segudang Manfaat Teh Hijau
    Segudang Manfaat Teh Hijau

    Dibalik rasanya yang lezat, teh hijau atau green tea rupanya juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk tubuh …

  • Makanan Penurun Kolesterol
    Makanan Penurun Kolesterol

    Jika ingin sehat, Anda memang diharuskan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menjauhi makanan yang dilarang. …

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.