Suami Tak Pernah Mau Berhubungan Suami-Istri

Tanya:
Halo Mas Hilbram, saya menikah Februari 2012, sekarang sudah masuk bulan ke-7 pernikahan, namun setelah menikah, suami malah cenderung menghindar setiap mau diajak berhubungan suami-istri. Padahal saya sudah berusaha merayu dia seagresif mungkin, tapi tetap saja dia menolak. Selama 7 bulan ini dia juga tidak pernah "meminta" selayaknya pengantin baru yang seharusnya banyak menghabiskan waktu untuk "bercinta" atau sekadar bercengkrama.

Saya sudah komunikasikan dengan dia tapi tetap jawabannya selalu sakit

kepala, sakit perut, pusing, gerah, dan sebagainya, dan ia cenderung

menghindar. Apakah wajar suami seperti itu di awal pernikahan? Apa yang harus saya lakukan?

Sari, 26 tahun


Jawab:

Hai Sari,

Banyak sekali yang bisa menjadi faktor penyebab dinginnya hubungan suami-istri dalam sebuah pernikahan. Selain faktor fisik, faktor psikologis juga bisa mempengaruhi. Misalnya, apakah selama ini kalian tidak pernah sama sekali berhubungan suami-istri? Atau adakah ketidaknyamanan darinya yang terucap/terlihat saat (akan) berhubungan?

Harus diteliti lebih dalam lagi untuk mengetahui inti permasalahannya, salah satunya adalah dengan melakukan konsultasi dengan ahli seksologi.

Tapi sebelum mengarah ke sana, cobalah lagi bicara dari hati ke hati dengannya dalam keadaan yang senyaman mungkin. Berhati-hatilah dalam bertanya sehingga dia tidak merasa tertekan dengan pertanyaan Sari. Jangan paksakan dia menjawab kalau masih belum nyaman, ya.

Ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Tapi jika ingin sebuah hubungan bertahan lama, waktu dan kesabaran adalah kunci yang bisa merekatkan.

Pada pria normal, segala bentuk ajakan atau rangsangan dari istri yang tepat akan sangat menyenangkan. Namun apabila dia memiliki masalah lain, ini justru akan menjadi tekanan yang malah membuatnya kehilangan gairah. Sekali lagi dibutuhkan kesabaran dan pengertian dari Sari.

Mudah-mudahan Sari segera bisa berkomunikasi dengan suami untuk mencari solusi yang terbaik, dan menemukan kehangatan api cinta dalam pernikahan yang saling menghargai.

Terima kasih sudah berbagi.

Stay In Love,


@HilbramDunar
Pembawa acara TV dan Radio
Penulis buku “Plastic Heaven – bukan cinta jika tak meneteskan airmata, karena sedih luar biasa atau bahagia tak terhingga”



***

Punya pertanyaan masalah asmara, keuangan, fashion, atau kecantikan? Kirim pertanyaanmu ke tanyaahli@yahoo-inc.com



BACA JUGA:

5 makanan peningkat gairah seks pria
7 makanan yang memengaruhi gairah seksual
Hari pernikahan sudah dekat, namun cinta telanjur hilang
10 tip menguatkan ikatan pernikahan
Berbagai masalah rumah tangga dan cara menyelesaikannya

Memuat...

Tanya Dokter

  • Makanan Penghilang Sakit Kepala
    Makanan Penghilang Sakit Kepala

    Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa makanan yang dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit kepala Anda. …

  • Kehamilan Setelah Keguguran
    Kehamilan Setelah Keguguran

    Keguguran pada kehamilan biasanya terjadi sebelum usia kandungan 20 minggu. Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran? Dan, mengapa seseorang yang ingin hamil lagi setelah mengalami keguguran harus menunggu selama tiga bulan? …

  • Mitos dan Fakta Antibiotik
    Mitos dan Fakta Antibiotik

    Banyak mitos-mitos yang beredar mengenai antibiotik yang sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu. …

  • Segudang Manfaat Teh Hijau
    Segudang Manfaat Teh Hijau

    Dibalik rasanya yang lezat, teh hijau atau green tea rupanya juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk tubuh …

  • Makanan Penurun Kolesterol
    Makanan Penurun Kolesterol

    Jika ingin sehat, Anda memang diharuskan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menjauhi makanan yang dilarang. …

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.