Tentang Kopi Kawa Sumatera Barat

Ghiboo.com - Pernah dengan Kawa? Kawa atau ada juga yang menyebut Aia (air) Kawa adalah sejenis kopi dan merupakan minuman khas Sumatera Barat (Sumbar). Jika di berbagai daerah kopi dibuat dari biji kopi, namun di daerah ini dibuat dari daun kopi.


Untuk membuatnya, daun kopi yang dikumpulkan lalu disusun seperti tusuk sate kemudian dibakar. Setelah agak gosong, lalu diremas-remas hingga menjadi serpihan kecil.


Serpihan kecil inilah yang kemudian dicampur dengan air panas. Untuk mengurangi rasa pahit ditambahkan gula merah atau gula aren. Setelah itu siap dihidangkan.


Konon, kebiasaan minum Kopi Kawa dimulai pada zaman penjajahan kolonial. Rakyat pribumi saat itu diwajibkan pemerintah kolonial untuk menanam kopi di tanah dan halaman rumah mereka. Namun semua hasil panen kopi diambil penjajah dan diekspor ke luar negeri.


Minum kopi pada masa itu merupakan suatu kemewahan tersendiri. Warga pribumi yang ingin sekali minum kopi, akhirnya memanfaatkan daun kopi yang tersisa untuk diolah menjadi minuman seperti kopi. Tak ada akar rotan pun jadi kata pepatah, tak ada biji kopi warga cukup terhibur menikmati Kopi Kawa.


Orang Minang, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi seperti Batusangkar, Bukit tinggi, Payakumbuh dan Sawahlunto, mempunyai kebiasaan unik dalam menikmati kopi ini.


Kelebihan air kawa dibanding kopi yang biasanya adalah kandungan kafeinnya yang lebih rendah sehingga tidak membuat Anda insomnia setelah meminumnya. Selain itu juga tak sepekat kopi dari biji kopi tapi lebih mirip seperti teh.


Kawa daun siap untuk disajikan untuk menemani saat bersantai bersama teman dan saudara. Keunikan lain dari minuman Kawa Daun ini adalah cara penyajiannya di dalam tempurung atau batok kelapa. Menyeruput Kawa Daun semakin asyik dan nikmat ditemani makanan kecil seperti kue bika, bakwan, tahu, ketan dan pisang goreng.


Ehm, pasti nikmat bukan? (Berbagai sumber)

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.