Tinggalkan Gula, (Lalu) Beralih Ke Aspartam?

Salah satu pemanis buatan yang banyak digunakan orang sebagai pengganti gula adalah aspartam. Aspartam merupakan pemanis sintetis nonkarbohidrat yang biasa digunakan untuk bahan olahan permen dan juga minuman.

Saat ini hampir sebagian besar masyarakat sudah sadar akan bahaya penggunaan gula pasir berlebihan untuk kesehatan mereka. Atas nama menjaga kesehatan dengan menjalani gaya hidup sehat, tidak sedikit orang yang beralih ke gula jagung dan aspartam sebagai pengganti gula pasir yang biasa mereka konsumsi. Umumnya, kelompok masyarakat seperti ini tidak ingin mendapat dampak buruk dari penggunaan gula pasir, namun mereka tidak mau melepas berbagai makanan manis yang bisa mereka konsumsi.

“Saat ini isu tentang aspartam memang kembali mencuat ke permukaan seiring dengan banyaknya orang yang mulai meninggalkan gula pasir sebagai sumber rasa manis yang biasa mereka peroleh. Sebagai salah satu zat kimia, tentu tidak sedikit orang yang mempertanyakan dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari penggunaan aspartam. Hingga saat ini belum ada satu pun penelitian yang menunjukkan bahwa aspartam berbahaya untuk kesehatan tubuh kita. Tapi, jika kita memang ingin benar-benar menjalani gaya hidup sehat, mulailah untuk meninggalkan rasa manis yang biasa didapat dari gula ataupun pemanis buatan. Lebih baik, gunakan sedikit madu ataupun buah-buahan sebagai penggati gula dan juga pemanis buatan,” ujar dr. Samuel Oetoro pada sebuah acara jumpa pers di Jakarta.

Ya, memang saat ini orang cenderung lebih suka menggunakan pemanis buatan alih-alih menggunakan madu dan berbagai macam buah-buahan sebagai bahan pemanis alami. Kenyataannya, kandungan kalori yang terdapat dalam satu sendok madu lebih banyak jika dibandingkan dengan gula. Datu sendok gula hanya mengandung sekitar 16 kalori, sedangkan madu mengandung 22 kalori. Waw, lalu bagaimana bisa madu bagus dikonsumsi saat kita akan menjalani gaya hidup sehat?

Rasa manis madu yang lebih pekat dari gula membuat orang hanya menggunakan madu lebih sedikit dibandingkan saat mereka menggunakan madu. Bahkan, sebuah penelitian di Selandia Baru memperlihatkan bahwa diet dengan pemanis buatan dan diet dengan madu menunjukkan penurunan berat badan yang sama jumlahnya.

 

So, saat terbukti bahwa madu juga memiliki efek yang sama dengan pemanis buatan, kenapa kita harus memilih untuk menggunakan gula jagung dan aspartam saat memutuskan untuk mengganti gula pasir sebagai sumber pemanis? Pasalnya, sekalipun masih dinyatakan aman oleh semua pakar kesehatan di seluruh dunia, aspartam dan gula jagung yang beredar saat ini tetaplah merupakan bahan kimia. Berbeda dengan madu, selain memiliki fungsi dan efek yang sama dengan pemanis buatan, madu juga sangat baik untuk kesehatan kita.

Madu mengandung vitamin C dan juga antioksidan tinggi yang tentunya baik untuk kekebalan tubuh dan juga mencegah timbulnya efek penuaan pada tubuh. Then, mana yang bakal kamu pilih sebagai pengganti gula untuk memenuhi kebutuhan rasa manis kamu?

Memuat...

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.