Unik dan Eksotiknya Busana Khas India

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Penampilan ala India selalu diidentikan dengan busana khasnya berupa saree dan choli serta salwar kameez untuk wanita.

Saree sendiri berupa kain sepanjang delapan hingga sembilan meter yang dililitkan ke pinggang hingga menutupi bahu, seperti yang sering dikenakan oleh aktris aktris Bollywood dalam film-filmnya. Ditambah lagi dengan aksesoris khas India berupa cincin hidung, kalung, gelang tangan serta gelang kaki yang bergemerincing.

Di Yogyakarta sendiri trend busana India cukup mendapatkan perhatian. Budaya India, mulai dari film, musik dan makanannya telah begitu dikenal oleh masyarakat Yogya. Pun, cukup banyak pula warga keturunan India yang hidup dan tinggal di kota budaya ini.

Kelompok arisan Happy Moms bahkan pernah menyelenggarakan acara arisan dengan mengambil tema busana India. Mereka berkumpul dengan mengenakan kostum India legkap dengan berbagai aksesoris khasnya.

Zainah Vadaq, salah satu anggota kelompok arisan tersebut bahkan menambahkan lukisan henna pada punggung tangannya agar terkesan bagaikan artis India. "Suka aja sih style ala India, karena kesannya unik dan eksotik," ucap Zainah Vadaq kepada Tribun Jogja.

Pada kesempatan lain, Fashion designer kenamaan Yogya, Mujib Affandi mengeluarkan beberapa koleksi busana India dalam rangkaian acara pembukaan perhelatan Indian Food Festival di lobby Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.

Dalam perhelatan yang seluruhnya bertemakan India tersebut, Mujib Affandi menjadi satu-satunya fashion designer yang didaulat untuk mengkreasikan rancangan busana bertema senada untuk meramaikan acara yang sedianya akan berlangsung hingga 11 Juni 2012.

Mujib Affandi menuturkan bahwa rancangannya malam itu ia sesuaikan dengan tema acara Sheraton Mustika Yogyakarta. Ia memang diminta langsung oleh pihak Sheraton untuk turut memeriahkan acara dengan fashion show busana India bersama dengan enam top model Yogyakarta, antara lain Desy Visnu, Dilla Fadiela, dan beberapa model lainnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.