Waspada! Diabetes & Darah Tinggi Juga Mengincar Anak-anak

Laporan Wartawan Bangka Pos, Gilang Puspita

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Orangtua seringkali tak menyadari beberapa penyakit yang lazim diderita orang dewasa sekarang ini, juga rentan menyerang anak-anak usia dini. Penyakit itu seperti, diabetes, ginjal, darah tinggi, maag dan lainnya.

Pola makan tak sehat ditengarai menjadi pemicu anak-anak rentan terhadap penyakit tersebut.

Meski jumlah kasusnya masih terbilang sedikit, namun penyakit ini patut diwaspadai setiap orangtua karena dampaknya tidak dirasakan langsung tetapi dalam jangka waktu bertahun tahun kemudian.

Dokter Spesialis Poli Anak RSBT Pangkalpinang, dr H Yasman SPA, menjelaskan penyakit orang dewasa yang sering ditemui pada anak ada dua yaitu, penyakit menular dan penyakit menurun (turunan). Untuk menghindarinya, dr Yasman menyarankan orang tua menghindari penggunaan bahan pengawet dalam menyajikan makanan.

Berikut analisa lengkap dr Yasman yang disampaikan kepada bangkapos.com pada pekan lalu:

PENYAKIT orang dewasa yang sering ditemui pada anak ada dua yaitu, penyakit menular dan penyakit menurun (turunan).

Penyakit turunan, seperti diabetes walapun kedua orangtua anaknya sudah meninggal namun anak masih berisiko untuk tertular penyakit tersebut.

Sedangkan untuk penyakit menular, terjadi jika sang anak tinggal bersama orangtua yang terjangkit penyakit menular, seperti TBC. Orangtua yang menderita penyakit TBC dan tinggal bersama anak-anak mereka maka anak itu akan tertular. Tapi kalau anak tersebut tinggal di luar maka anak tersebut tidak akan tertular.

Penyakit yang banyak ditemui adalah TBC. Penyakit ini biasanya menular karena hubungan dekat antara orangtua dan anak serta keluarga lainnya dalam satu rumah.

Indonesia sebagai negara berkembang mempunyai banyak penyakit menular. Hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan masih kurang. Orangtua sering tidak memberikan anaknya imunisasi sebagai antibodi anak tersebut.

Baca Juga :

Ajak Anak Bermain di Luar
Cacingan Turunkan Prestasi Anak
Potret Gizi Anak Indonesia

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.