Waspada, Insomnia Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas!

Menurut hasil penelitian dari Swedia, orang dengan kebiasaan tidur yang buruk bakal berisiko makan lebih banyak sehingga meningkatkan risiko obesitas ketimbang orang yang tidur dengan waktu normal.

insomnia

Seperti dikutip Science Daily, para peneliti di Uppsala University, London, telah menemukan bahwa orang yang kurang tidur akan memilih porsi makanan utama dan makanan ringan lebih besar dibandingkan dengan orang yang memiliki pola tidur normal.

Pada penelitian sebelumnya, yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, para peneliti dari Department of Neuroscience at Uppsala University telah membuktikan bahwa pria berbobot normal yang tidak tidur semalaman bisa meningkatkan aktivasi wilayah otak yang mengatur keinginan untuk makan.

Dalam penelitian ini, sebanyak 16 remaja pria dengan berat badan normal diminta untuk memilih ukuran porsi ideal mereka dari 7 makanan dan 6 item makanan ringan, dalam kondisi baik lapar dan kenyang. Mereka juga dibagi dalam kelompok kondisi kurang tidur dan kelompok kondisi cukup tidur selama 8 jam.

“Setelah kehilangan total waktu tidur semalaman, mereka memilih ukuran makanan berporsi lebih besar. Yang mengejutkan lagi, mereka makan dengan porsi besar saat sebelum dan sesudah sarapan. Jadi, hal ini menunjukkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan asupan makanan tanpa merasa kenyang,” ujar peneliti Pleunie Hogenkamp.

Selain itu, peneliti juga menyatakan bahwa kurang tidur merupakan masalah yang berkembang dalam masyarakat modern, yang dapat menyebabkan masalah berat badan dan gangguan makan di masa depan.

Penemuan ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Psycho-Neuroendocrinology. (jay)

BACA JUGA: Ilmuwan Temukan Obat Kanker dari Jamur Pembunuh Ulat

Tanya Dokter

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.